Scroll to Top

Real Madrid Tidak Memiliki Filosofi Sepakbola, Beda dengan Barcelona

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 13 Jun 2013

Real Madrid Tidak Memiliki Filosofi Sepakbola

Real Madrid tidak memiliki sebuah filosofi sepakbola yang jelas. Hal yang membedakan runner-up Liga Spanyol musim 2012-2013 dengan Barcelona. Demikian yang dikupas oleh seorang Avram Grant, mantan caretaker Chelsea. Ia juga menyayangkan sikap Florentino Perez yang pernah mendepak Vicente Del Bosque begitu saja di era Los Galacticos I.

Ucapan tersebut terkupas Avram Grant ketika membicarakan nasib Gareth Bale. Grant mengaku tidak tahu harga pantas untuk seorang Bale. Yang jelas ia cocok dengan Real Madrid. Namun, lebih daripada itu, Madrid harus terlebih dahulu mengurus filosofi sepakbola yang disebut pelatih asal Israel ini, ‘tidak jelas’.

“Bale adalah talenta besar, tapi saya tidak tahu berapa harganya. Tahun 1977, Liverpool membayar 450 ribu Pounds untuk menghadirkan seorang Kenny Dalglish. Saat itu semua orang berkata ini hal gila. Kemudian, banyak yang berkata kami¬† (Chelsea) lebih gila lagi kala membeli Andrii Shevchenko dengan harga 30 juta Euro. Lalu, Madrid mengeluarkan 96 juta Euro untuk Cristiano Ronaldo.”

“Saya pikir Bale akan cocok di Real Madrid karena banyak pemain bintang cocok di tim besar. Tapi, saya juga berpikir, seperti halnya Bale (mendapatkan pemain bintang), Real Madrid juga harus memiliki filosofi sepakbola yang jelas. Barcelona, memiliki satu. Real Madrid, mencarinya bertahun-tahun dan belum menemukan filosofi sepakbola itu.”

Grant tidak hanay membahas Real Madrid dan Gareth Bale. Tetapi juga, perbandingan Neymar dengan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Yang jelas, bagi Grant, Messi dan Neymar tidak akan berbenturan di Barcelona. Malah keduanya akan mampu berduet. Masalahnya, tinggal menunggu, seperti apa duet Messi-Neymar tersebut.

“Neymar memiliki talenta sebanyak Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Kita lihat saja seberapa besar kekuatan mental Neymar.

“”Saya tidak berpikir dia akan berbenturan dengan Messi. Pertama, karena mereka tidak bermain di posisi yang sama. Kedua, Barcelona telah kehilangan dominasi mereka di Liga Champions dan mereka membutuhkan beberapa pemain yang dapat mengembalikan kekuasaan tersebut. Neymar adalah salah satu pemain itu.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda