Scroll to Top

Luis Suarez Harus Belajar Pada Eric Cantona

By Wan Faizal / Published on Friday, 14 Jun 2013

Luis Suarez

Mengingat nama Luis Suarez dan Eric Cantona, hal yang terpikir selain skill mereka adalah beberapa tindakan kontroversial yang mereka buat di lapangan hijau. Terlebih bagi Suarez yang sepertinya sedang mengalami stres akibat pemberitaan media terkait gigitan yang ia layangkan pada bek Chelsea, Branislav Ivanovic. Untuk hal itu, Gordon Taylor selaku Chief Executive PFA (Professional Footballers’ Association) meminta Suarez untuk belajar pada Eric Cantona.

Cantona pernah terlibat insiden “Tendangan Kung Fu” dengan seorang fans Crystal Palace bernama Matthew Simons pada 1995 silam. Saat itu, Cantona tak hanya dihukum kartu merah oleh wasit, namun ke belakangnya ia juga harus menjalani kerja sosial selama 120 jam.

Uniknya, setelah menjalani hukuman itu Taylor menilai Cantona bisa merubah sikapnya. Tak hanya berperilaku lebih baik di lapangan, namun juga secara keseluruhan sebagai manusia.

“Saya masih ingat waktu itu ketika ia dihukum larangan bertanding, meski masih bisa bermain di tim cadangan. Ia berkata bahwa seorang Eric Cantona tidak bermain di tim cadangan. Lalu ia mendapatkan hukuman kerja sosial di tempat-tempat tertentu. Dan ternyata hal itu memberi dampak besar bagi dirinya,” bilang Taylor.

“Setelah itu, ia kembali ke klubnya dan memimpin timnya meraih banyak sukses. Dan ia juga sukses mengontrol temperamennya. Dari sudut pandang itu, saya merasa ia sudah menjadi lebih baik dari segi personal, dari segi pemain sepakbola, dan menerima banyak hal bagus.”

Suarez-Cantona

Suarez sendiri mendapat hukuman 10 kali larangan bertanding akibat menggigit Suarez dalam laga Liverpool vs Chelsea jelang akhir musim lalu. Taylor pun kemudian secara tak langsung meminta Suarez untuk belajar dari kesalahan dan mencontoh perubahan yang ada dalam diri Cantona setelah menjalani hukuman akibat insiden tersebut.

“Orang berkata bahwa tanpa berbuat kontroversi, seorang pemain tak akan menjadi hebat. Saya tidak setuju dengan pendapat itu karena jika ia tidak membuat kontroversi, maka ia akan lebih dihormati dan punya banyak waktu untuk menjadi pebola yang lebih bagus karena tak punya waktu yang hilang karena hukuman larangan bermain.”

“Eric memang masih punya karakter kuat seperti dulu, tapi saya merasa bahwa apa yang ia alami bisa dijadikan pelajaran oleh pemain lain.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda