Scroll to Top

Mou Pulang ke Chelsea?

By Fitra Firdaus / Published on Wednesday, 25 May 2011

 

 

Menyusul dipecatnya Carlo Ancelotti dari posisi pelatih Chelsea, nama penggantinya pun ramai diperbincangkan. Ada isu bahwa Avram Grant, pelatih asal Israel yang pernah menangani The Blues pada 2007, akan direkrut kembali oleh manajemen The Blues. Kabar itu sudah dikonfirmasi oleh agen Grant. Namun, ia hanya akan menjadi direktur teknik, bukan pelatih kepala. Di sisi lain, fans Chelsea meminta agar Roman Abramovich kembali menunjuk Jose “The Special One” Mourinho untuk melatih The Blues. Maklum, bersama Mourinho, Chelsea mencapai puncak kejayaan pada 2004—2007. Bersama Mou, Chelsea berhasil memenangkan gelar Juara Premier League 2 kali (2004/2005, 2005/2006), Community Shield 1 kali (2005), Piala Liga 2 kali (2004/2005, 2006/2007), dan Piala FA sekali (2006–07). Dapat dikatakan, di tangan Mourinho Chelsea menjelma sebagai kekuatan menakutkan —meskipun belanja jor-joran ala Roman Abramoich juga menjadi salah satu kunci—. Masalahnya, apakah Mourinho mau kembali ke Stamford Bridge?

 

Di waktu bersamaan, Mourinho tengah membuat panas telinga para petinggi Real Madrid. Tuduhan-tuduhannya atas pembelaan wasit (dan UEFA) secara berlebihan terhadap Barcelona membuat jajaran elite Los Blancos kewalahan. Maklum, baru kali ini ada manajer Real Madrid yang bersuara sedemikian lantang dan menyakitkan seperti Mou. Bahkan, Jorge Valdano, direktur teknik Los Blancos bersiap angkat kaki jika Mou dipertahankan musim depan. Bagaimana Valdano tidak geram? Mourinho menyebut, jika Barcelona memenangi Liga Champions, mereka berhasil karena adanya Skandal Bernabeu, kala dikartumerahkannya Pepe yang menurut Mourinho, tidak jelas alasannya. Mourinho juga sering menyudutkan Barcelona atau pihak yang dituduhnya membantu El Barca dalam beberapa kesempatan. Kala Sporting Gijon kalah dari Barcelona, Mourinho berkata, jika semua tim menurunkan tim lapis kedua melawan Barcelona karena sudah takut kalah duluan, La Liga akan semakin berat untuk Madrid. Terakhir, Mourinho berkata, semoga tahun depan prinsip fair play lebih bisa dijunjung tinggi. Mou menyampaikan ini sambil mengutip protes Real Madrid tentang ucapan rasis Sergio Busquets (Barcelona) terhadap beknya, Marcelo yang tidak digubris UEFA.

 

Dengan statemennya yang membakar jenggot siapa pun di Real Madrid (di satu sisi statemen ini bisa mengobati kekecewaan Madridista karena mereka bisa berpendapat bahwa musim ini mereka dikalahkan wasit), nasib Mourinho di Santiago Bernabeu dipertanyakan ulang. Kalau misalnya Roman Abramovich menawari Mou untuk “pulang” ke London dengan memberikan keleluasaan untuk membeli pemain, apakah Mourinho akan mengelak?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda