Scroll to Top

Carlos de Mello Merapat ke PSM Makassar?

By Aditya / Published on Wednesday, 19 Jun 2013

psm makassar

Kabar bahwa Carlos de Mello akan menjadi pelatih baru PSM Makassar tampaknya semakin mendekati kenyataan. Mantan bintang tim Juku Eja itu terlihat sudah berada di Makassar untuk menyaksikan latihan yang dilakukan oleh Andi Oddang dan kawan-kawan. Apakah Carlos de Mello akan benar-benar melatih PSM Makassar untuk menggantikan posisi Petar Segrt?

Carlos de Mello tampaknya belum ingin berkomentar banyak tentang peluangnya untuk melatih PSM Makassar. Pria asal Brasil ini merasa belum berhak menyatakan apapun karena belum ada konfirmasi dari pihak-pihak yang berwenang.

“Tolong, saya tidak bisa komentari, saya tidak ada wewenang. Maaf ya,” elak Carlos de Mello di Makassar baru-baru ini.

Kabarnya, Ketua Umum PSM Makassar, Sadikin Aksa, telah meminta secara langsung kepada Direktur Utama PT Liga Indonesia, Andi Darussalam Tabusala, untuk mencarikan pelatih baru sebagai pengganti Petar Segrt.

Hal ini cukup unik. Pasalnya, PSM Makassar saat ini berlaga di kompetisi IPL yang beraa di bawah naungan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), sedangkan PT Liga Indonesia adalah operator untuk kompetisi Indonesia Super League (ISL). Andi Darussalam Tabusala pun merekomendasikan sejumlah pelatih lain, termasuk Carlos de Mello.

“Saya belum bisa komentar banyak, apalagi saya belum bertemu beliau (Andi Darussalam Tabusala). Saya masih menunggu dulu,” kata Carlos de Mello.

Nama Carlos de Mello tentunya tidak asing lagi di kancah persepakbolaan nasional. Datang dari Brasil, sosok yang berposisi sebagai gelandang ini terkenal dengan umpan-umpannya yang terukur. Karib pelatih Timnas Indonesia, Jacksen F. Tiago, ini pernah bermain untuk Petrokimia Gresik, Mitra Surabaya, Persebaya Surabaya, PSM Makassar, dan Persita Tangerang.

Carlos de Mello sukses mengantarkan PSM Makassar meraih gelar juara Liga Indonesia  musim 1999/2000 bersama para pemain top lainnya saat itu, seperti Hendro Kartiko, Bima Sakti, Aji Santoso, Miro Baldo Bento, Kurniawan, Ronny Ririn, Syamsudin Batola, Yusrifar Djafar, Rachman Usman, dan Yosep Lewono. Setelah gantung sepatu, Carlos de Mello sempat melatih tim Juku Eja pada tahun 2006.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda