Scroll to Top

Apresiasi Suporter Barito Untuk 7 Ksatria Persiwa, Patut Dicontoh!

By Agus Prasetyo / Published on Saturday, 22 Jun 2013

Meski masyarakat luas banyak yang mencemooh penampilan tim Persiwa saat bertanding menghadapi tuan rumah Barito, namun tidak demikian bagi Suporter tuan rumah yang memadati stadion.

Mengerti kondisi tim tamu yang baru tiba sekitar pukul 18.00 Wita atau sekitar dua jam sebelum laga, suporter Barito tetap memberikan penghormatan.

Terlebih Persiwa hanya mambawa delapan pemain.Sayangnya dari delapan pemain tersebut, satu di antaranya Pieter Romaropen yang mendapat larangan main selama satu musim akibat insiden pemukulan yang dilakukannya terhadap wasit.

Praktis hanya tujuh orang yang mampu meladeni tuan rumah Barito. Hasilnya sudah bisa diprediksi, Persiwa menjadi lumbung gol Barito di 40 menit babak pertama.

Namun keadaan itu justru membuat para suporter Barito menaruh rasa simpati luar biasa pada tim tamu.

Mereka memuji sikap ksatria pemain Persiwa yang bersedia hadir. Hal itu ditunjukan saat seluruh skuad Persiwa memasuki lapangan Stadion Demang Lehman Martapura.

Tepuk tangan sambil berdiri disertai spanduk bertuliskan Selamat Datang Persiwa, menyambut tim Badai Pegunungan.

Tidak hanya di dalam stadion, apresiasi bagi tim asal Wamena itu juga berlanjut di jejaring sosial suporter Barito.

“Respect untuk Persiwa. Walaupun akhirnya dianggap WO karena tidak dapat melanjutkan pertandingan, dan skor akhir berubah 6-0 #BaritoDay” ungkap akun Twitter fans Barito, @BaritoMania.

Salah satu pemain Barito, Yongki Aribowo juga menulis status ungkapan rasa kagumnya pada para penggawa Persiwa.

“Kalian luar biasa sodaraku dari timur INDONESIA #RespectForPersiwa,” puji Yongki melalui akun Twitter, @Yongki_ari, usai laga.

Asisten Pelatih Barito, Yunan Helmi juga mengungkapkan hal serupa pada tim tamu.

“Salut buat pemain Persiwa..walau tanpa gaji. Mereka masih mau datang dan bertanding..respect for persiwa..,” tulisnya melalui @yunanhelmibp1.

Apa yang dilakukan para suporter dan pemain Barito pantas untuk dicontoh bagi pelaku sepakbola nasional.

Loyalitas tanpa batas akan lebih bermakna, jika setiap pemain dan suporter bisa menghargai tim yang kebetulan mereka kalahkan.

Tagged as:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda