Scroll to Top

Dario Hubner: Capocannonieri di Usia 35 Tahun

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 15 Sep 2011

Tidak ada yang terkejut ketika David Trezeguet mencetak 24 gol di musim 2001/2002 plus membawa Juventus menjuarai Liga Italia. Sangat wajar bagi penyerang tajam berusia 25 tahun untuk membuat musim keduanya di Serie A lebih cerah.

Namun, siapa yang menyangka Dario Hubner akan mencetak gol setara dengan Trezeguet? Lebih jauh lagi, siapakah Dario Hubner? Ia “cuma” penyerang yang menghuni klub-klub kecil. Lihatlah portofolionya: memulai debut bersama Pievigina, klub Serie-D. Kemudian, hijrah ke Pergocrema, dan Fano Calcio, klub Serie-C-1. Lantas, memperkuat Cesena, klub Serie-B pada tahun 1992 hingga 1997.

Hubner masuk ke Brescia yang kemudian lolos ke Serie-A ketika usianya 30 tahun. Pertanyaan pun merebak. Untuk apa penyerang 30 tahun diambil jasanya? Bukankah kariernya di kompetisi terbaik di Italia, dianggap sudah terlambat?

Hubner boleh berbangga diri. Ia bisa menjadi top skorer di Serie-A, B, dan C-1. Gelar terendahnya, top skorer Serie C1 didapatnya saat memperkuat Fano Calcio. Lalu, saat berada di Cesena, ia menjadi pencetak gol terbanyak Serie B.

Bergabung dengan Piacenza pada musim 2001/2002, Hubner bisa jadi dikatakan hanya ingin menutup karier di Serie-A dengan tenang. Namun, musim pertamanya bergabung dengan mantan klub duo Inzaghi ini, sangat sukses.

Tidak mencetak gol dalam dua laga awal, Hubner menyengat ketika Piacenza menekuk Roma 2-0. Satu golnya plus satu gol Eusebio di Francesco (buangan AS Roma) mampu memberikan kekalahan pertama bagi sang juara bertahan.

Sejak saat itulah Hubner rutin mencetak gol. Meskipun tidak pernah mencetak hattrick sepanjang musim, Hubner beberapa kali mengemas gol ganda. Termasuk dua gol di pekan terakhir saat Piacenza menggasak Verona 3-0.

Sayang, 24 gol Dario Hubner tidak membawa Piacenza kemana-mana. Mereka cuma bercokol di posisi 12 dengan nilai 42. Bahkan, seandainya gagal menang dari Verona di pekan 34, Piacenza bisa jadi akan terdegradasi ke Serie-B musim berikutnya.

Untuk karier Hubner, prestasi ini adalah yang terbaik. Ia tercatat sebagai salah satu pemain tertua yang bisa menjadi Top Skorer Serie-A. Selanjutnya, setelah memperkuat Ancona dan Perugia, Hubner kembali bermain untuk klub-klub Serie C1 dan Serie D di penghujung kariernya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda