Spanyol vs Italia 2

Hasil pertandingan Spanyol vs Italia di babak semifinal Piala Konfederasi 2013 berakhir dengan skor 7-6 via drama adu penalti. Bermain pada Jumat, 27 Juni 2013 dengan dipimpin oleh wasit Howard Webb, skor imbang 0-0 dihasilkan setelah 120 menit. Kesialan Leonardo Bonucci sebagai penendang penalti ketujuh dibalas oleh penalti Jesus Navas yang mulus. Hasil Piala Konfederasi ini membuat Spanyol yang berhak menghadapi Brazil di final, sedangkan Italia mesti menjalani partai perebutan tempat ketiga melawan Uruguay.

Baik Vicente Del Bosque maupun Cesare Prandelli sama-sama menepati janji dalam pertandingan Italia vs Spanyol. Azzurri mengandalkan seorang Alberto Gilardino di depan, sementara Spanyol, meski memainkan tiga penyerang, secara teknis menempatkan seorang Fernando Torres, top skor Piala Konfederasi 2013 sebagai juru gedor gawang Gianluigi Buffon.

Babak pertama, yang terjadi adalah pertunjukan dari Italia. Mereka memang kalah dalam urusan ball possessions: 36% berbanding 64%. Namun, urusan ancam-mengancam gawang, sudah semestinya Italia bisa menyarangkan satu gol sebelum turun minum.

Entah itu tandukan Daniele De Rossi di menit 19, upaya Claudio Marchisio selang semenit, header Christian Maggio yang diblok Iker Casillas pada menit 34, hingga tembakan De Rossi tiga menit jelang turun minum, hanya berkesudahan 0 angka. Sebaliknya, Spanyol bukan tanpa peluang sama sekali. Tapi, kesempatan Fernando Torres yang melebar di menit 37 membuat La Furia Roja tak menghasilkan satu tembakan tepat sasaran pun di babak pertama.

Spanyol vs Italia  1

Suasana berubah di awal babak kedua ketika De Rossi bermain lebih ke belakang sementara Jesus Navas ditebar untuk memberikan tusukan demi tusukan.  Spanyol mulai bisa memberikan tekanan yang lebih nyata kepada Italia. Selain tembakan terarah Navas di menit 57, ada suguhan tarian Andres Iniesta selang tujuh menit, yang ujungnya belum mengancam Gianluigi Buffon.

Namun, ketika Spanyol seakan mendapatkan kekuatannya kembali, Italia melanjutkan apa yang sudah dirintis pada babak pertama. Sayang, kedua tim seperti lebih suka menghemat energi. 90 menit ditutup oleh peluang Juan Mata dan Riccardo Montolivo untuk masing-masing tim.

Pamer peluang terjadi di sepanjang babak perpanjangan waktu. Emanuele Giaccherini (’93) dan Jordi Alba (’99) memberi penghiburan sekaligus kecemasan bagi fans. Lalu, ada kesempatan emas dari Xavi Hernandez dan Jesus Navas sebelum memulai drama adu penalti.

Spanyol 2

Antonio Candreva dan Xavi Hernandez sama-sama sukses mengeksekusi penalti pertama. Alberto Aquilani dan Andres Iniesta juga tidak melakukan kesalahan. Daniele De Rossi dan Gerard Pique pun sama-sama mengecoh kiper lawan. Sebastian Giovinco sukses, Sergio Ramos pun demikian. Andrea Pirlo sebagai penendang kelima mulus. Juan Mata memperpanjang drama adu penalti.

Riccardo Montolivo berhasil, sedangkan Sergio Busquets juga sama. Leonardo Bonucci menyaksikan tembakannya membentur mistar. Jesus Navas kemudian mengantarkan Spanyol ke final setelah drama adu penalti yang berkesudahan 7-6. Perjuangan keras Italia, terbentur pada sesuatu yang biasanya menyelematkan mereka.

Spanyol 3

Spanyol (4-3-3): Casillas; Jordi Alba, Pique, Sergio Ramos, Arbeloa; Busquets, Xavi, Iniesta; Pedro (Juan Mata ’78), David Silva (Jesus Navas ’52), Torres (Javi Martinez ’93).

Italia (3-2-4-1): Buffon; Barzagli (Riccardo Montolivo ’46), Bonucci, Chiellini; Pirlo, De Rossi; Giaccherini, Marchisio (Aquilani ’79), Candreva, Maggio; Gilardino (Giovinco ’91).