Scroll to Top

Vicente del Bosque: Tak Ada Persiapan Khusus Untuk Adu Penalti

By Wan Faizal / Published on Sunday, 30 Jun 2013

Iniesta-Vicente-Mata

Potensi terjadinya adu penalti dalam laga final Piala Konfederasi 2013 antara Brazil vs Spanyol tentu terbuka lebar. Kedua tim memiliki kekuatan yang cukup seimbang dan bisa saja terjadi deadlock sepanjang 90 menit plus 30 menit perpanjangan waktu. Menariknya, pelatih Spanyol, Vicente del Bosque, mengaku tak melakukan persiapan secara khusus untuk adu penalti.

Jalan ke Spanyol dari semifinal ke final memang dilalui dengan babak adu penalti kontra Italia. Saat itu Spanyol gagal membongkar pertahanan Italia sehingga tak tercipta gol dalam waktu 120 menit.

Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Gerard Pique, Sergio Ramos, dan Juan Mata menjadi lima algojo pertama Spanyol kala itu. Skor 5-5 memaksa diadakan tambahan penendang. Suksesnya Sergio Busquets dan Jesus Navas yang diselingi kegagalan Leonardo Bonucci akhirnya membawa Spanyol melangkah ke partai puncak.

Del Bosque yang merupakan eks entrenador Real Madrid itu mengaku bahwa adu penalti bukanlah masalah besar bagi timnya. Diakuinya bahwa banyak diantara para pemainnya yang piawai melakukan eksekusi 12 pas. Bahkan dalam laga kontra Italia kemarin ia Del Bosque tak menunjuk secara khusus siapa saja yang menjadi penendang. Siapa yang siap, maka silahkan maju.

Spanyol

“Adu penalti bukanlah masalah besar. Kami punya banyak pemain yang bisa melakukan tendangan penalti dan saya tak perlu meminta mereka melakukannya. Situasi yang sama juga berlaku saat kami mendapat hadiah penalti di waktu normal,” ucapnya.

“Siapa pun yang merasa siap dan percaya diri menjadi penendang, maka ia harus maju untuk melakukan tugasnya.”

Del Bosque juga mengaku bahwa Brazil adalah lawan yang akan sulit untuk didikte permainannya. Menurutnya, Brazil punya kapabilitas untuk menekan Spanyol secara konstan.

“Mereka bukan lah tim yang mudah untuk didominasi. Para pemain sayap mereka punya kontrol yang bagus dan bisa merangsek untuk mencari ruang tembak, disaat gelandang mereka memberi keseimbangan pada tim.”

“Mereka tim yang masih muda, tim yang lengkap, dan tim yang begitu bersemangat. Kami harus memastikan mereka tidak menekan kami lebih dulu di awal pertandingan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda