Scroll to Top

Final Piala Konfederasi 2013: Mengintip Persiapan Wasit Bjorn Kuipers

By Wan Faizal / Published on Sunday, 30 Jun 2013

Bjorn Kuipers

Menjadi wasit di pertandingan final tentu butuh persiapan matang. Tak terkecuali bagi Bjorn Kuipers, wasit asal Belanda yang ditunjuk menjadi pengadil dalam laga Final Piala Konfederasi 2013 antara Brazil vs Spanyol esok pagi. Persiapan serius diakui telah dilakoni oleh Kuipers dan asistennya demi membantu agar laga berjalan menarik nanti.

Kuipers, wasit berusia 40 tahun yang telah mendapatkan lisensi FIFA sejak 2006 tersebut mengaku bahwa menjadi wasit di final Piala Konfederasi adalah sesuatu yang sulit untuk diungkapkan. Kerja keras disebutnya menjadi kunci keberhasilannya saat ini.

“Saya senang dan bangga ditunjuk untuk menjadi wasit di laga final. Ini semua tidak hanya untuk saya sendiri, tapi juga untuk asisten dan ofisial keempat. Saya ingin berterima kasih pada semua pihak yang membantu saya bisa mencapai level seperti sekarang ini. Untuk mencapai ini semua, dibutuhkan kerja keras dan kami bisa melakukannya,” ujar Kuipers.

“Tentu saja nanti adalah pertandingan besar. Kedua finalis adalah negara dengan kekuatan sepakbola yang hebat. Jelang setiap pertandingan kami selalu mempersiapkan diri tentang analisis pertandingan, pemain penting dari setiap tim, dan tentang cara mereka bermain. Kami juga mengamati siapa pemain yang akan melakukan tendangan bola mati dan kami mengamati setiap pemain jadi kami bisa melakukan persiapan maksimal.”

“Saya berharap akan tercipta pertandingan yang seru. Dunia sudah menunggu pertandingan nanti, antara Brazil melawan Spanyol. Saya ingin tercipta sebuah pertandingan yang hebat dimana ada sikap fair play dan respek antar pemain dari kedua tim.”

Kuipers, Benfica-Chelsea
Bjorn Kuipers memimpin Final UEFA Europa League 2013, Chelsea vs Benfica, 16 Mei 2013

Wasit yang juga memimpin laga final UEFA Europa League antara Chelsea vs Benfica kemarin tersebut berharap ia dan rekannya di lapangan bisa membantu terciptanya pertandingan yang berkualitas. Dan tentu saja, minim kontroversi yang pastinya akan diingat selama beberapa waktu setelah pertandingan usai.

“Kerjasama adalah hal terpenting bagi pemimpin pertandingan. Tentu saya punya tanggung jawab lebih karena saya wasitnya, namun saya tidak bisa berbuat apa-apa tanpa bantuan dari asisten wasit. Kami punya waktu 90 menit memimpin pertandingan tanpa kesalahan sekecil apapun. Untungnya, saya dan tim saya sudah lama bekerjasama, sehingga sudah paham satu sama lain.”

“Impian saya setelah laga final? Simpel saja, tak ada yang membicarakan wasit setelah pertandingan nanti,” tutup Kuipers.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda