Scroll to Top

Harga SIM Card Bakal Naik Rp 100 Ribu! Apa Alasannya?

By Ibnu Azis / Published on Thursday, 04 Jul 2013

SIM Card

Harga SIM Card bakal naik hingga Rp 100 ribu. Harga ini tentu tidak masuk akal mengingat di pasaran dibanderol dengan harga terendah Rp 2 ribuan saja. Apa dan bagaimana dibalik kenaikan harga selangit itu?

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) saat ini sedang menggodok sebuah wacana untuk mengatur harga kartu perdana ini. Micro SIM Card atau Nano SIM Card dipandang wajib dikendalikan agar churn rate (nomor hangus) tak jadi pelanggan aktif.

Menurut BRTI, dalam tiap bulannya ada sekitar 20% nomor yang berstatus churn rate. Tren ini terus melonjak senada dengan tawaran operator yang memermudah pelanggan berpindah-pindah kartu serta provider telekomunikasi dengan iming-iming tarif yang menggoda.

BRTI juga ingin menekan angka kerugian negara khususnya pada trafik Sambungan Langsung Internasional (SLI) ilegal. Negara kehilangan potensi pendapatan industri telekomunikasi ini hingga Rp 770,9 miliar dan potensi pemasukan hingga Rp 209,19 miliar.

Praktik ilegal ini menggunakan trafik manipulasi dengan mengubah panggilan internasional via Voice over Internet Protocol (VoIP) seolah-olah panggilan lokal. Alat yang dipakai adalah Sim Box (Singapura) yang dijual seharga Rp 7,5 juta.

Gatot S Dewa Broto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo mengatakan jika usulan BRTI ini belum diuji publik dan masih dalam tahap proses. Ia juga menyoroti soal budaya gonta ganti nomor dan SMS spamming.

Pengguna, sebutnya, kadang mudah saling ganggu setelah itu nomor dibuang. SIM Card yang tawarkan bonus jor-joran kerap dijadikan alat penawaran yang berujung spamming SMS. Demikian dikutip dari Detik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda