Scroll to Top

Pemain Belum Digaji 10 Bulan, PSSI Malah Ancam Denda Puluhan Juta

By Aditya / Published on Sunday, 07 Jul 2013

PSMS Medan Pemain

Sungguh aneh ancaman Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Hinca Panjaitan, yang akan menjatuhkan denda kepada 11 pemain PSMS Medan. Para pemain itu belum digaji selama 10 bulan, namun PSSI malah mengancam akan mengganjar mereka dengan denda sebesar 25-75 juta rupiah karena dinilai telah melanggar aturan.

Ancaman PSSI tersebut tentu saja direspon miris oleh banyak kalangan. Seharusnya PSSI berperan sebagai mediator untuk menjembatani komunikasi antara pemain dan manajemen klub agar tercipta solusi yang memuaskan semua pihak. Namun, PSSI malah menambah masalah dengan main usir dan main ancam dengan denda yang tidak masuk akal.

“Tentunya, kami kecewa karena PSSI tidak bisa membela pemain ditindas timnya sendiri. Lalu, kami harus bayar dari mana kalau benar terkena denda? Ironisnya, kami belum mendapat gaji selama 10 bulan. Ini sungguh tindakan yang tidak wajar,” keluh Dzulham Putra, salah seorang pemain PSMS Medan yang menuntut haknya.

Kok bisalah kami yang jadi kena sanksi? Pening, hasilnya enggak ada, malah kena sanksi pula, aneh! Gaji kami saja entah kapan mau dibayar, eh malah mau terancam sanksi denda duit segitu. Ini namanya nambah pikiran pemain saja. Ibarat jatuh tertimpa tangga,” timpal Irwin Ramadhan yang senasib dengan Dzulham Putra.

Beberapa waktu lalu, 11 pemain PSMS Medan memang menggelandang di Jakarta untuk meminta kepada PSSI agar dicarikan solusi mengenai persoalan gaji mereka yang belum dibayarkan oleh manajemen tim.

Selama di Jakarta, para pemain tim Ayam Kinantan tersebut makan dan tidur seadanya, sering mereka menginap di masjid, bahkan menjadi tukang sapu atau tukang parkir agar bisa makan selama di ibukota.

Namun, ketika mereka mengunjungi kantor PSSI, Hinca Panjaitan justru bersikap kurang terpuji dengan mengusir para pemain PSMS Medan tersebut. Tak hanya itu, Hinca Panjaitan juga mengancam mereka dengan hukuman denda puluhan juta karena dianggap telah melanggar disiplin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda