Scroll to Top

Bobotoh Persib Siap Patuhi Peraturan Panpel

By Agus Prasetyo / Published on Monday, 08 Jul 2013

sergio van dijk persib bobotoh

Bobotoh Persib siap untuk mematuhi peraturan panitia pelaksana pertandingan yang mengimbau untuk tidak membawa petasan, mercon atau flare ke stadion setiap Atep Cs bertanding.

Permintaan panpel mengenai larangan menyalakan kembang api saat pertandingan, memang bukan tanpa alasan.

Pasalnya akibat ulah oknum Bobotoh yang menyalakan kembang api tersebut, Persib harus menanggung sanksi berupa denda dari komisi disiplin PSSI.

Ketika dimintai konfirmasinya Sekretaris Panpel Persib, Budi Bram menjelaskan pihaknya mendapat sanksi denda Rp 20 juta dari Komdis PSSI.

Denda itu diberikan akibat ulah oknum bobotoh yang menyalakan kembang api dan petasan saat laga kandang menghadapi Sriwijaya FC.

Panitia juga merasa khawatir Komdis akan memberikan hukuman kembali kepada Persib akibat ulah oknum bobotoh yang masih menyalakan kembang api saat menghadapi Persisam Samarinda.

“Kami tidak akan berhenti untuk mengingatkan. Semoga laga selanjutnya tidak ada tindakan yang anarkis, vandalisme, apalagi perusakan-perusakan dan yang paling disoroti saat ini aksi petasan atau kembang api” harap Budi Bram.

Sementara itu salah satu bobotoh, Mochamad Ichsan menilai jika keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang memberikan sanksi kepada suporter yang merayakan kebahagiaan dengan kembang api agak berlebihan.

Menurut Ischsan masih ada tindakan suporter yang tidak bisa ditolelir, malah dibiarkan oleh komdis PSSI.

“Kita sepakat saja tidak menyalakan kembang api, meskipun itu adalah bentuk kreativitas. Tapi sekadar catatan saja PSSI pun harus tegas tentang sikap anarkis suporter yang menyerang bus Persib beberapa waktu lalu” ungkap Mochamad Ichsan.

Selain Mochamad Ichsan, pendapat senada juga diutarakan bobotoh lain yakni Fadlan Fauzian Noor.

Menurut Fauzian Noor pelarangan harus dijalankan secara konsisten oleh semua pihak, dalam artian tidak hanya bobotoh yang menjadi sorotan.

“Panpel dan pihak lain pun harus serius melakukan pemeriksaan, mulai dari pintu masuk loket sampai tribun” ungkap Fadlan.

Fadlan mengaku sejak beberapa waktu lalu dia dan kawan-kawannya sudah mulai meninggalkan kebiasaan membakar kembang api dan memeriahkan pertandingan dengan bentuk kreativitas lain.

“Kita hingga saat ini terus mencari alternatif lain buat memeriahkan pertandingan, yang jelas kita menghindari hal yang dapat menunda pertandingan atau bahkan sampai merugikan klub” pungkasnya.

Tagged as:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda