Scroll to Top

Terancam Sanksi, Persipura Habis-Habisan

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 26 May 2011

Luar biasa! Kala seluruh insan sepakbola Indonesia tengah berwajah pucat pasi menunggu keputusan FIFA dalam rapat 30 Mei mendatang, berita menggembirakan datang dari Persipura Jayapura. Tim Mutiara Hitam yang melawat ke Vietnam, ke kandang Song Lam Nghe An dalam babak 16 Besar AFC Cup 2011 sukses meraih kemenangan.

 

Tak Gentar Tampil di Kandang Lawan

Acungan jempol memang layak diberikan kepada Persipura. Di tengah teror pendukung lawan, Boaz Sollosa dkk. tidak meredup. Bahkan, pada babak pertama, Persipura tampil lebih dominan daripada Song Lam Nghe An. Setelah menggempur sekian lama dan gagal menembus rapatnya barisan pertahanan tuan rumah, Persipura berhasil memperoleh hadiah penalti. Tanpa ampun, tendangan Boaz berhasil menipu kiper Song Lam Nghe An, Tran Nguyen Manh. 0-1 untuk keunggulan Persipura. Tak berselang lama, terjadilah kemelut akibat sepak pojok. Viktor Igbonefo yang maju membantu serangan berhasil memberi umpan kepada Titus “Tibo” Bonai. Striker utama timnas U-23 yang akan berlaga di SEA Games tersebut sukses menggandakan keunggulan Tim Mutiara Hitam. Penguasaan bola Persipura sesekali diimbangi oleh cepat dan rapinya serangan balik Song Lam Nghe An. Gugupnya penjaga gawang kedua Persipura, Hendriansyah, nyaris membuat tim yang berseragam putih bergaris merah ini memperkecil kedudukan. Namun, berkat solidnya kekuatan Persipura, skor 0-2 bertahan hingga turun minum.

 

Song Lam Nghe An yang tampil tanpa diperkuat Thierry Ngale dan Kavin Bryan mencoba peruntungan pada babak kedua. Sementara itu, Persipura mulai mengendurkan serangan. Akibatnya, sebuah rebound pemain depan Song Lam Nghe An, Nguyen Hong Viet pada menit 58 sukses menipiskan jarak. 1-2. Suporter tuan rumah dibuat kembali bersemangat. Menyikapi kebangkitan lawan, Persipura tidak mau kecolongan lagi. Mereka kembali tampil disiplin dan lebih menguasai ball possession. Setelah menit-menit menegangkan, pada menit 84, umpan silang Ian Louis Kabes yang jatuh ke ruang kosong tidak disia-siakan oleh kakak kandung Boaz, Ortizan Sollosa. Ortizan langsung menembakkan bola ke sudut tiang jauh Song Lam Nghe An. Gol ketiga Persipura ini jelas meruntuhkan semangat pemain tuan rumah. Bahkan, beberapa suporter Song Lam Nghe An beranjak dari kursi stadion; merasa tim kesayangan mereka tak mungkin mengejar ketertinggalan. Benarlah. Kedudukan 1-3 tidak berubah hingga akhir pertandingan. Artinya, Persipura menciptakan sejarah sebagai tim Indonesia pertama yang bisa lolos ke babak 8 besar AFC Cup. Rekor sebelumnya dibuat Sriwijaya tahun lalu kala mereka terhenti di babak 16 besar.

 

Ancaman dari Dalam

Sayangnya, kemenangan gemilang Persipura ini mesti diombang-ambing ketidakpastian. Jika 30 Mei mendatang FIFA resmi menghukum PSSI untuk tidak boleh tampil dalam seluruh pertandingan internasional, hukuman tersebut juga akan berdampak ke klub-klub dalam naungan PSSI. Artinya, Jika PSSI dihukum, tiket 8 besar yang sudah direbut susah payah oleh Persipura akan sia-sia. Tragisnya, jika hal ini terjadi, yang menyebabkan Persipura gagal adalah orang-orang yang mengaku paham sepakbola, tetapi tidak paham masalah sportivitas.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda