Scroll to Top

Metamorfosis Liverpool Era Brendan Rodgers di Mata Xabi Alonso

By Naqib Najah / Published on Wednesday, 10 Jul 2013

Eks pemain The Reds, Xabi Alonso melihat banyaknya perubahan yang terjadi di Liverpool era kepelatihan Brendan Rodgers. Ia yang dulu menjadi pasukan Anfield dari tahun 2004 hingga 2009 berbicara mengenai poin-poin perubahan yang ada di mantan klubnya.

Liverpool memang belum mampu berbicara banyak di kancah Liga Inggris akhir-akhir ini. Steven Gerrard dkk. masih kalah dengan Manchester United, Chelsea, dan anggota baru The Big Four, Manchester City. Namun Alonso tidak melihat hasil akhirnya. Gelandang tengah Real Madrid yang sedang diisukan kembali ke Anfield ini menilai proses yang dijalani Liverpool bersama Brendan Rodgers adalah hal yang fantastis.

Mengakhiri kompetisi Premier League musim 2011/2012 di urutan kedelapan, dan naik setingkat di musim 2012/2013, tidak menutup keyakinan Alonso bahwa Liverpool akan kembali ke kancah Liga Champions suatu saat nanti.

“Yah saya pikir, terutama di akhir musim, kita bisa melihat buah dari karyanya (Rodgers),” tegas Alonso kepada estoesanfield.com.

“Ketika Brendan tiba kita tahu itu adalah proyek selama beberapa tahun ke depan, dan langkah demi langkah ia mulai untuk menetapkan metode nya. Mungkin ia menemukan kesulitan daripada yang ia harapkan, tetapi pada akhir musim dengan pemain baru tim mampu bermain cukup baik.”

Lanjutnya mengenai kans Liverpool bermain di Liga Champions.

“Kita percaya bahwa di tahun-tahun berikutnya, tim akan datang bersama-sama, menjadi lebih kompetitif dan mencapai Liga Champions. Impian yang sangat ingin kita lihat.”

Sebagai penutup, Xabi Alonso mengaku tetap mencintai Liverpool. Kenangan menjuarai Liga Champions tahun 2005 menjadi momen manis yang sulit ia lupakan.

“Yah, itu adalah hal indah yang saya miliki bersama mereka,” tambahnya. “Saya menikmati lima tahun yang indah, kami memiliki malam besar dan permainan besar. Kami mencapai Liga Champions, dan saya pikir bahwa akan terkenang dalam sejarah selamanya, so saya menjadi sedikit bagian dari sejarah (Liverpool).”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda