Scroll to Top

Ketakutan Umum Seorang Ayah Ketika Memiliki Bayi

By Ilham Choirul / Published on Thursday, 11 Jul 2013

ayah

Memiliki seorang bayi belum tentu selamanya menjadi kabar gembira bagi seorang ayah. Pasalnya, pria juga memiliki beberapa kekhawatiran terkait kelahiran anaknya yang dinantikan itu. Dikutip dari Times of India, beberapa ketakutan umum seorang ayah yaitu sebagai berikut:

  1. Khawatir dengan keselematan bayinya. Pasalnya, ayah masih ragu terkait cara memperlakukan bayi dengan benar seperti mengganti popok, menggendong, hingga memandikannya.
  2. Menyeimbangkan urusan pekerjaan dan keluarga. Memiliki anak pertama membuat seorang ayah ragu dalam membagi waktu antara mengurusi pekerjaan dan anak istrinya. Dia juga merasa kewajiban untuk membantu istrinya mengurusi si buah hati. Ayah juga takut bila dia terlalu sibuk dengan pekerjaan sampai ketinggalan mengikuti tumbuh kembang anak.
  3. Mempengaruhi kehidupan suami istri. Mungkin memiliki bayi kecil harus rela untuk sementara waktu terganggu untuk urusan intim suami istri. Pasalnya, bayi harus mendapatkan perhatian ekstra dibanding ketika mulai beranjak dewasa. Ketakutan ini cukup wajar, bahkan mungkin menganggap dirinya kurang menarik lagi di mata pasangannya gara-gara istri sangat sibuk mengurusi bayi.
  4. Mempengaruhi kehidupan sosial. Pria takut saat ada si bayi kehidupan sosialnya akan terganggu. Mungkin seorang ayah tidak lagi leluasa pergi bersama kawan-kawannya. Namun ini sebenarnya  soal membagi waktu saja antara keluarga dan ehidupan sosial.
  5. Merasa takut tidak mampu menghadapi keadaan. Seorang ayah mungkin takut merasa mual, jijik,atau tidak mampu menggantikan istrinya untuk menangani masalah yang dihadapi bayi. Misalnya jijik dengan pup bayi, muntah dengan bau pup, dan sebagainya.
  6. Mendadak ingat kematian. Seorang ayah mungkin berpikir bagaimana seandainya dirinya nanti dipanggil Tuhan lebih dulu sementara anak-anaknya masih kecil. Dia memikirkan kemadirian keluarga kecil kalau sampai meninggal duluan.
  7. Khawatir kesehatan istri dan anak. Ketika anak atau istri sakit, mungkin respon sang ayah agak berlebihan. Dia sangat takut jika sampai istri dan anaknya tidak berdaya dihantam penyakit.
  8. Menjadi ayah yang baik. Anak akan belajar dengan meniru orang sekitarnya. Oleh sebab itu, seorang ayah kadang takut jika dirinya tidak mampu memberi teladan yang baik.
  9. Khawatir kondisi keuangan. Kehadiran anak berarti harus berusaha menambah penghasilan keluarga. Ayah mesti berpikir panjang mencari jalan untuk bisa menyukupi kebutuhan istri dan anaknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda