Scroll to Top

Barcelona: Pep Guardiola dan Sandro Rosell Berseteru!

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 13 Jul 2013

Barcelona Pep Guardiola dan Sandro Rosell Berseteru!

Pep Guardiola menyatakan dirinya sakit hati atas perlakuan Barcelona. Kesaksian pelatih Bayern Munchen ini mengorek kembali cerita lama seputar ‘ketegangan’ Pep dengan Sandro Rosell, presiden Barca. Ya, hubungan dua ‘orang penting’ bagi klub Catalan ini sudah lama tidak harmonis.

Ketika Pep Guardiola masih menjadi pelatih klub Catalan, sejatinya ia dan Sandro Rosell saling menghormati satu sama lain. Namun, keputusan Pep yang enggan memperbarui kontrak dengan klub Catalan dan pergi pada akhir musim 2011-2012 menjadi titik penting ketegangan tersebut. Bukan rahasia lagi kalau Pep ingin pelatih baru (Tito Vilanova) tidak diperkenalkan langsung setelah ia memutuskan pergi dari Barca. Namun kenyataannya, para petinggi Barca tidak memegang janji tersebut.

Jika menilik lebih jauh, Pep Guardiola cenderung lebih dekat dengan Joan Laporta, mantan presiden Barcelona dan Johan Cruyff. Dua orang yang secara kebetulan juga ‘beroposisi’ dengan Sandro Rosell. Keadaan inilah yang memperparah hubungan Pep-Rosell.

Efek ketegangan dua orang ini, kemudian berimbas dengan hubungan Pep Guardiola dan Tito Vilanova. Meskipun pada konferensi pers kemarin Guardiola menyebutkan bahwa ia mengunjungi sang pelatih Barca ketika keduanya sama-sama berada di New York, sebelumnya Tito pernah menyatakan keaadannya tidak sama persis demikian. Bisa dikatakan, kedua sahabat yang pernah menopang Barca bersama-sama ini kini memiliki hubungan yang ‘dingin’.

Barcelona sendiri, melalui Jordi Cardoner menyatakan bahwa “hubungan kami dengan Pep Guardiola baik. Kami tidak mengerti apa yang tengah terjadi (yang dibicarakan Pep). Barcelona tidak pernah memanfaatkan sakit Tito (untuk menekan Pep), dan andai ada orang yang berbuat demikian, dia benar-benar orang yang mengerikan.”

Meskipun demikian, Barca tidak akan memperlebar masalah. Sang wakil presiden lebih menekankan bahwa Pep Guardiola hanya menerima informasi yang keliru dan segera berbicara dengan Sandro Rosell untuk menyelesaikan masalah. Nah, akankah perseteruan ini berbuntut damai, ataukah situasi hanya mendingin sementara dan meledak lagi pada saatnya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda