Scroll to Top

Niat Puasa Ramadhan Makan Sahur, & Buka Puasa

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 13 Jul 2013

Niat Puasa Ramadhan Makan Sahur & Buka Puasa

Ada kalanya kita yang tengah menjalani puasa Ramadhan 2013, agak sedikit lupa dengan niat puasa Ramadhan karena berbagai hal. Barangkali pula, kita belum memahami mana doa buka puasa yang diajarkan Nabi Muhammad saw. dan mana yang sering diucapkan, namun ternyata kurang tepat.

Ketika kita menjalani salat tarawih di masjid atau mushola pada malam sebelum hari berpuasa, pada daerah tertentu biasanya imam akan melantunkan niat puasa Ramadhan yang diikuti jamaah. Niat puasa Ramadhan memang penting, karena diriwayatkan, dari Hafshah Ummul Mu’minin r.a., bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa alihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang tidak berniat puasa sebelum terbitnya fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (H.R. Abu Dawud).

Telah dijelaskan pula bahwa Nabi Muhammad saw., bersabda, “Hanyalah nilai setiap amalan itu bergantung dengan niatnya dan bagi setiap orang sesuai dengan apa yang ia niatkan … (H.R. Bukhari & Muslim).

Adapun lantunan niat tersebut, cukup disampaikan di dalam hati. Keinginan seseorang untuk berpuasa pada keesokan hari, sudah termasuk niat. Mengenai waktunya, dapat dilakukan kapan pun sebelum terbitnya fajar.

Niat puasa Ramadhan sendiri, dalam bahasa Arab yang kita kenal berbunyi, “Nawaitu shouma ghodin ‘an adaa-i fardhi syahri romadhoona haadzihis sanati lillaahi ta ‘aala.” Yang bermakna, “Aku berniat puasa esok hari menunaikan kewajiban Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”

Seringkali pula, ketika berbuka puasa, kita mengucapkan lafal yang familier di masyarakat, yang bunyinya sebagai berikut, “”Allahuma lakasumtu wabika amantu wa’ala rizqhika afthartu birahmatika yaa’arhamarahimin” (Ya Allah karena-Mu aku berpuasa,dan dengan-Mu aku beriman, dan di atas rezeki-Mu aku berbuka dengan belas kasih-Mu Ya Allah yang Maha Mengasihi).

Memang, ada riwayat yang menyebutkan Rasulullah saw. mengajarkan doa berbuka puasa yang lafalnya mirip, yaitu “Allahumma laka shumna, wa ‘ala rizkika aftharna, Allahumma taqabbal minna innaka antas samiul-alim.” Meskipun demikian riwayat ini tidak jelas, dan sanadnya lemah sekali.

Adapun doa berbuka puasa yang diajarkan oleh Rasululah saw. adalah yang berbunyi, “Dzahabaz zhamaa-u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.” Hal ini sesuai dengan riwayat, “Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka puasa membaca doa: Dzahabaz zhamaa-u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah (‘Rasa haus telah hilang, kerongkongan telah basah, semoga pahala didapatkan. Insya Allah’)” (H.R. Abu Daud).

Meskipun demikian, ada baiknya diketahui bahwa doa ini dilafalkan setelah kita menyantap hidangan berbuka.  Jadi, sebelum berbuka, kita melafalkan basmalah, menyantap hidangan, dan baru mengucapkan doa buka puasa di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda