Scroll to Top

Waspadai Gejala Keretakan Rumah Tangga

By Ilham Choirul / Published on Saturday, 17 Sep 2011

Pernikahan adalah tanda ikatan suci yang sangat diinginkan pasangan mana pun. Pernikahan menunjukkan status resmi untuk saling memiliki, berbagi, dan peduli. Ego bukan lagi menjadi raja. Namun, segala sesuatu menjadi tanggung jawab bersama.

Meski begitu, membangun biduk rumah tangga juga tidak lepas dari masalah. Kadang kala harus berbuah dengan pertangkaran yang mendatangkan rasa permusuhan. Sifatnya bisa sementara, atau malah semakin parah. Jika masing-masing personal bisa saling memaklumi, maka mereka mendapat solusi. Tapi, jika sudah sama-sama keras kepala, perpisahan bisa menjadi pilihan selanjutnya.

Pernikahan yang terancam gagal, biasanya memiliki tanda-tanda tertentu. Tanda ini bentuk ketidakpuasan seseorang terhadap pasangannya. Dikutip dari The Huffington Post, berikut ulasannya.

  • Menyembunyikan isi ponsel

Ponsel menjadi semakin kuat privasinya saat pasangan mulai saling tidak percaya. Mereka menganggap ponsel ibarat diari yang meski dilindungi. Karena, bisa jadi, ada catatan tersembunyi di ponsel yang tidak mau diketahui pasangannya. Mungkin itu pesan pendek tentang curahan hati atau sebagainya. Dan, mereka tidak mau pasangannya mengetahui hal itu.

  • Cenderung cuek

Biasanya rasa malas akan menghinggapi pasangan. Jika biasanya mereka berbagi tugas rumah tangga, itu tidak mereka lakukan lagi. Mereka lebih menunjukkan egonya. Kalau mau sesuatu, mereka akan melakukannya untuk kepentingan sendiri. Pasangan tidak lagi digubris.

  • Penuh perhitungan

Soal uang tiba-tiba menjadi hal sensitif pada pasangan yang sudah saling tidak percaya. Mereka mulai menyelipkan emosi dalam mengatur keuangan. Perasaan curiga dan memantau ketat keuangan jadi kerap dilakukan. Sudah tidak ada lagi kepercayaan.

  • Melirik lawan jenis

Bisa jadi, aktivitas iseng melirik lawan jenis adalah awal dari keretakan rumah tangga. Karena, biasanya ketertarikan itu berlanjut dengan berfantasi untuk masa depan. Jika dibiarkan, maka hati bisa berpaling dan membahayakan pernikahan.

  • Enggan bercinta

Seks yang menjadi “penyedap” cinta dan rumah tangga menjadi jarang dilakukan. Bahkan, di antara pasangan sudah bosan untuk bercinta. Saat hal ini terjadi, patut diwaspadai adanya masalah serius dalam rumah tangga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda