Scroll to Top

Persib Anggap Tudingan Penggelapan Uang Salah Alamat!

By Agus Prasetyo / Published on Friday, 19 Jul 2013

Persib Bandung Logo

Manajemen Persib menganggap jika tudingan terhadap PT Persib Bandung Bermartabat yang penggelapan uang investasi Rp 1,6 miliar dari seorang pria bernama Hamynudin Fariza alias Ami ke Kepolisian Daerah Jawa Barat, salah alamat.

Hal tersebut diungkapkan kuasa hukum Persib, Kuswara S. Taryono di markas PT Persib pada Kamis 18 Juli 2013.

Menurut Kuswara yang juga Komisaris PT Persib, uang Rp 1,6 miliar itu pun bukanlah investasi pelapor atau perusahaan pelapor.

PT Persib maupun direksi terlapor, tak pernah menjanjikan pengelolaan pelaksanaan pertandingan kandang Persib Bandung kepada Ami.

“Rp 1,6 miliar itu justru murni kewajiban dan tanggung jawab perusahaan¬†outsourcing¬†pelaksana pertandingan Persib musim 2011/2012 kepada PT Persib Bandung Bermartabat. Dan itu pun dibayarkan terlambat oleh yang bersangkutan” ungkap Kuswara.

Seperti yang diketahui jika Ami melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan oleh Direktur PT Persib Risha Adi Widjaya; Sekretaris Panitia Pertandingan, Budi Bram; dan eks Ketua Panitia Pertandingan Persib Ruri Bachtiar ke Polda Jawa Barat.

Menurut Ami para terlapor telah menjanjikan hak menyelenggarakan laga kandang Persib asalkan pelapor bersedia menyelesaikan hutang Ruri kepada PT Persib Rp 1,6 miliar.

Namun setelah dia menyetor Rp 1,6 miliar jelang akhir musim laga 2011/2012 pada akhir 2012 lalu, para terlapor tak pernah merealisasikan janji mereka.

Menanggapi hal itu Kuswara menjelaskan pada musim Liga Super Indonesia 2011/2012, penyelenggaraan laga kandang Persib ditangani United Work pimpinan Ruri.

United berada di bawah payung CV Kreasi Inti Media. Di tengah musim kompetisi, CV Kreasi dan United mengalami masalah keuangan hingga menunggak pembayaran hak PT Persib sebesar Rp 1,6 miliar.

Demi memenuhi utang tersebut, belakangan CV Kreasi menggandeng perusahaan Hamynudin, PT Radio Suara Qolbu.

Lewat surat yang diteken Ruri dan Hamynudin pada 31 Mei 2012, PT Radio pun memastikan membayar kewajiban United kepada PT Persib lewat cek tunai Rp 1.5 miliar pada 15 Juni, sedangkan sisa Rp 110 juta pada akhir Juni.

“Jadi di mana penggelapannya, penipuannya? Kami ingin luruskan, tak ada itu. Pak Risha yang tahu persis semua kesepakatan kerja sama, memastikan tidak pernah ada janji apapun terhadap mereka (Hamynudin) untuk menjadi Panpel Persib 2013″ tegas Kuswara.

“Sebenarnya itu masalah internal mereka yang tak ada kaitan dengan PT Persib” pungkasnya.

Tagged as:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda