Scroll to Top

Kekurangan Vitamin D Bisa Menimbulkan Masalah Fisik di Usia Tua

By Ilham Choirul / Published on Saturday, 20 Jul 2013

berjalan

Mencukupi tubuh dengan vitamin D secara rutin sangat perlu dilakukan agar kesehatan di masa tua makin terjamin. Pasalnya, sebuah studi yang dimuat jurnal Clinical Endocrinology and Metabolism menunjukkan, orang berusia tua yang mengalami kekurangan vitamin D diketahui mempunyai minimal satu masalah berkaitan dengan fungsi tubuh dibanding mereka yang peduli dengan asupan vitamin D. Demikian dikutip dari CBS News.

Evelin Sohl, peneliti dari VU University Medical Center di Amsterdam, Belanda, mengatakan bahwa orang-orang yang kekurangan vitamin D dimungkinkan mengalami keterbatasan gerak. Mereka juga terlihat menurun fungsi fisiknya yang berangsur parah dari waktu ke waktu.  Dalam studinya, peneliti mendapati 90 persen orang tua rata-rata mengalami kekurangan vitamin D.

“Orang tua dengan keterbatasan ini lebih mungkin untuk diterima menjadi panti jompo dan menghadapi risiko kematian yang lebih tinggi,” kata Sohl.

Penelitian melibatkan orang berusia  65-88 tahun berjumlah 762 orang, dan orang muda 597 orang berusia 55-65 tahun. Mereka diamati selama enam tahun.  Koresponden ditanya kemampuan mereka melakukan aktivitas normal seperti duduk, berdiri dari kursi, dan berjalan lima menit tanpa henti. Mereka juga dicek kadar vitamin D dalam darah. Responden dibagi tiga kelompok menurut urutan kadar vitamin D.

Hasilnya, kelompok usia lebih tua yang kekurangan vitamin D 1,7 kali lebih mungkin mengalami keterbatasan pada satu aktivitas fisik dibanding mereka yang tercukupi asupan vitamin D-nya. Pada kelompok usia muda, mereka yang memiliki kadar sedikit vitamin D dua kali lebih mungkin mengalami minimal satu kegiatan fisik dibanding yang tercukupi asupan vitamin D-nya.

Pemenuhan vitamin D akan membantu menghindari tubuh dari masalah penyakit tulang seperti osteoporosis. Vitamin D bisa ditemukan dari minyak hati ikan, ikan berlemak, kuing telur, dan hati. Berjemur sinar matahari pagi atau sore juga membantu tubuh merangsang pembentukan vitamin D. Hanya saja, pemakaian tabir surya di kedua waktu tersebut mungkin menghalangi pembentukan vitamin D tersebut.

Untuk usia 51-70 tahun direkomendasikan mendapat asupan vitamin D 600 IU setiap hari. Orang yang lebih tua dari itu direkomendasikan 800 IU per hari. Sebagai referensi, tiga ons ikan salmon menandung sekitar 450 IU vitamin D, susu 115 IU dan 124 IU, dan semangkuk sereal 40 IU.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda