Scroll to Top

Rudi Hariantoko Dinilai Tak Layak Melatih Persema Malang di IPL

By Aditya / Published on Sunday, 21 Jul 2013

Rudi Hariantoko Persema

Posisi Rudi Hariantoko sebagai pelatih kepala Persema Malang digoyang. Bukan karena penampilan Persema yang belum stabil di kompetisi Indonesia Premier League (IPL) 2013, melainkan karena status lisensi kepelatihan Rudi Hariantoko yang dipersoalkan. Eks pemain Arema Malang ini dianggap tak layak membesut Persema di IPL karena belum memenuhi syarat sebagai pelatih kepala.

PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) mewajibkan setiap pelatih kepala yang membesut tim peserta IPL harus mengantongi lisensi A dari AFC. Sedangkan Rudi Hariantoko saat ini baru berstatus sebagai pelatih dengan lisensi B nasional. Kondisi ini tentunya membuat posisi Rudi Hariantoko terancam.

“Kalau kita nggak bisa menaikkan lisensi Rudi Hariantoko, berarti kita harus mencari pelatih baru,” kata CEO Persema, Dito Arief, di Malang, kemarin.

Manajemen tim Laskar Ken Arok sebenarnya belum ingin kehilangan Rudi Hariantoko. Oleh karena itu, manajemen menyarankan kepada Rudi Hariantoko untuk mengambil lisensi A nasional. Selain itu, manajemen Persema Malang juga akan melobi LPIS mengenai masalah ini.

“Manajer kami telah meminta Rudi Hariantoko untuk mengambil Lisensi A Nasional. Kami juga berusaha untuk melobi LPIS agar memaklumi kondisi ini. Kami beranggapan bahwa ini musim terakhir IPL, karena itu jangan terlalu ketatlah,” ujar Dito Arief.

Sejak awal musim IPL 2013, Persema Malang sebenarnya dibesut oleh pelatih asal Makedonia, Slave Radovski, sedangkan Rudi Hariantoko sebagai asisten pelatih Namun, di tengah jalan, Slave Radovski mengundurkan diri dan posisinya diteruskan oleh Rudi Hariantoko hingga saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda