Scroll to Top

Tiket Persib Sering Bocor, Umuh Muchtar Geram

By Aditya / Published on Monday, 22 Jul 2013

bobotoh persib

Manajemen Persib Bandung tampaknya benar-benar gusar terkait masih banyaknya kebocoran tiket yang membuat hasil pemasukan menjadi tak maksimal.Manajer Persib, Umuh Muchtar, sampai dibuat bingung karena kebocoran tiket masih saja terjadi. Oleh karena itu, Persib kemungkinan akan menerapkan penjualan tiket secara online demi menekan angka kebocoran tiket.

“Kenapa masih terjadi kebocoran, di mana letak kesalahannya?” tukas Umuh Muchtar geram, di Bandung belum lama ini.

Setiap laga kandang Persib Bandung, baik yang digelar di Stadion Siliwangi ataupun Stadion Si Jalak Harupat, pasti dipadati oleh puluhan ribu Bobotoh. Namun, hasil penjualan tiket yang diperoleh selalu tidak sesuai dengan jumlah penonton yang datang ke stadion.

Umuh Muchtar pantas gusar karena uang hasil penjualan tiket seringkali ludes untuk menutup penyelenggaraan pertandingan dan tidak menyisakan keuntungan yang sepadan untuk tim, bahkan manajemen seringkali harus ikut membantu pendanaan laga.

“Kami juga tidak mungkin mengandalkan dari sponsor, karena itu saya selalu berharap penjualan tiket itu harus maksimal,” tandas Umuh Muchtar.

Masih banyaknya calo tiket yang berkeliaran di sekitar stadion menjadi salah satu penyebab tingginya angka kebocoran tiket. Selain itu, ditengarai pula ada ”orang dalam” yang bermain di penjualan tiket sehingga hasilnya pun menjadi tidak maksimal.

Padahal, Persib Bandung adalah salah satu tim di Indonesia yang memiliki basis massa paling besar dan fanatik. Maka menjadi hal yang mengherankan apabila laga Persib Bandung yang ditonton langsung oleh ribuan Bobotoh tidak menghasilkan pemasukan yang sepadan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda