bandara

Bandara Kualanamu adalah bandara yang dibangun untuk menggantikan fungsi Bandara Polonia di Medan. Bandara yang mulai beroperasi Kamis (25/7) ini merupakan bandara terbesar ke 2 setelah Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta.

Nantinya, segala kegiatan penerbangan yang menuju dan dari Medan akan melalui bandara ini, demikian ditegaskan oleh Tri S Sunoko, Direktur Utama PT Angkasa Pura II seperti dikutip dari Merdeka.

Tak hanya penerbangan domestik yang mampu dilayani, namun penerbangan internasional pun diorientasikan berlangsung di bandara yang 40 kilometer jauhnya dari kota Medan tersebut.

Terdapat 15 maskapai penerbangan dalam dan luar negri yang telah terdaftar hingga kini, untuk melayani penumpang melalui Kualanamu.

Sebagai penunjang transportasi, telah diwujudkan sebuah jalur kereta api Kualanamu – Stasiun Besar Medan yang dapat ditempuh dalam waktu 45 menit. Ini tentu memudahkan para penumpang yang hendak bepergian ke luar atau menuju Medan.

Daya tampung Bandara Internasional Kualanamu jelasnya jauh lebih besar dibanding dengan sesepuhnya, Bandara Polonia. Menurut perhitungan, bahkan hampir sepuluh kali lipat. Kita lihat saja angka per tahun penumpang yang sanggup ditampung Polonia, hanya 900 ribu. Sedang Kualanamu diperkirakan mencapai 8 juta penumpang dalam satu tahun masa beroperasinya.

Sistem chek-in yang berlaku di bandara ini pun terbuka, yang memudahkan penumpang mendaftar di sembarang konter dengan penanganan bagasi otomatis pertama di Indonesia.

Yang lebih memudahkan lagi adalah, rencana pembangunan hotel bandara yang nantinya dapat disewa oleh calon penumpang yang akan bepergian dengan tarif per jam.