Scroll to Top

Timnas Indonesia: Rahmad Darmawan Antisipasi Bola Mati Pemain Chelsea

By Agus Prasetyo / Published on Thursday, 25 Jul 2013

timnas indonesia latihan rahmad darmawan

Pemain Timnas Indonesia yang tergabung dalam Indonesia All Star akan melawan Chelsea hari ini, Kamis 25 Juli 2013. Lantas bagaimanakah taktik dan strategi Rahmad Darmawan sebagai pelatih Indonesia dalam mempersiapkan anak asuhnya?

Rahmad Darmawan sebagai pelatih memang sangat memahami jika anak asuhnya kalah kelas dari sang lawan, yang merupakan klub papan atas dunia.

Salah satu yang menjadi fokus dari timnya adalah mengantisipasi dengan bola mati, yang mungkin saja muncul dari pasukan asal London Barat itu.

Misalnya pada latihan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Rabu (24/7/2013) sore kemarin, Indonesia mulai memperagakan antisipasi terhadap bola-bola mati.

“Saya memberi tugas kepada anak-anak untuk menghadapi service bola mati. Kemudian menerapkan bagaimana penempatan posisi mereka masing-masing” ungkap Rahmad Darmawan seperti yang dilansir Detik.

Pelatih yang akrab disapa RD ini menyadari jika Chelsea adalah lawan yang sangat berat bagi timnya itu.

Chelsea dinilai memiliki kolektivitas tim yang kuat, RD pun mencoba untuk mencari kelemahan-kelemahan lawannya itu.

Ketika ditanya mengenai formasi yang bakal diterapkan, RD berencana bakal memakai formasi 4-1-4-1 atau 4-2-3-1. Kehadiran Andik Vermansyah diharapkan dapat membantu permainan tim di lini depan.

“Saya akan mencoba memakai format 4-1-4-1 atau 4-2-3-1″.

“Tim ini memang tidak membawa van Dijk, tapi kami punya ‘Van Dijk’ Vermansyah karena dia memiliki kecepatan dan kami akan maksimalkan itu” tambah RD.

RD yang juga pelatih Timnas Indonesia U-23 ini sengaja mengkolaborasikan pemain senior dan pemain junior untuk menghadapi Chelsea.

Dia berjanji akan memberikan kesempatan kepada seluruh pemain tersebut untuk diturunkan.

“Saya sudah katakan bahwa saya sengaja mengkolaborasikan pemain senior dan U-23. Terutama timnas U-23 karena ini adalah bagian dari seleksi”

“Tapi saya akan memberikan kesempatan kepada semua pemain untuk bisa diturunkan. Hanya menitnya saja yang berbeda” tegas RD.

Menurut pelatih yang juga menangani Arema itu menjelaskan jika hal tersebut dilakukan untuk menyesuaikan strategi yang akan diterapkan melawan Chelsea.

“Yang pasti saya akan menaruh pemain senior di lini belakang, tidak lebih karena pengalaman. Kami tidak ingin kebobolan banyak gol”

“Sementara lini depan dan tengah memang saya isi pemain muda, karena mereka juga sedang menjadi bagian seleksi” pungkas RD.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda