Scroll to Top

Blackberry Pecat 250 Karyawan Divisi Riset dan Pengembangan

By Ibnu Azis / Published on Friday, 26 Jul 2013

Blackberry

Kemunculan Blackberry Q5 diyakini sebagai angin segar bagi Balckberry. Namun, perusahaan yang berbasis di Kanada ini justru memecat 250 karyawannya. Menariknya lagi, jumlah itu didominasi dari divisi pengujian serta penelitian dan pengembangan (R&D).

Alasan klasik yang diusung Blackberry yakni soal efisiensi. Keputusan yang ada diambil agar perusahaan tetap dalam kondisi keuangan terbaik. Selain itu langkah tersebut diambil guna tetap posisikan Blackberry dalam track persaingan yang ‘sehat’ dalam industri smartphone.

Dua divisi di atas bukanlah divisi main-main. Baik pengujian dan R&D miliki peran vital di produk-produk Blackberry yang akan ditelurkan. Kemudian muncul pertanyaan, jika memang miliki posisi penting soal inovasi dan uji kelayakan, mengapa karyawan keduanya harus dirumahkan?

Jika menilik pada data tahun lalu, setidaknya ada 3.000 karyawan yang di-PHK Blackberry. Sementara itu karyawan yang berada di divisi kunci di Blackberry 10 dijamin aman dari pemecatan. Meski kerap kali merumahkan karyawannya, Blackberry tetap masih satu dari sekian perusahaan besar di dunia. Total, Blackberry miliki 13.000 karyawan.

Blackberry sendiri seakan kembang kempis dengan posisinya sekarang. Blackberry Z10 yang diperkenalkan awal tahun ini ternyata tak menuai hasil maksimal. Bahkan, smartphone yang digenjot BB 10 itu kini dibanderol mulai Rp 490 ribu.

Dikutip dari CNET News, kini Blackberry sedang harap-harap cemas akan produk terbarunya; Q5 dan Q10. Ini belum ditambah dengan rumor kehadiran Blackberry A10. Apakah Blackberry mampu survive dengan posisinya sekarang?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda