Scroll to Top

Tak Digaji & Diabaikan PSSI, Pemain PSMS Medan Jadi Tukang Becak

By Aditya / Published on Friday, 26 Jul 2013

Belum memperoleh gaji selama 9 bulan, para pemain PSMS Medan pun terpaksa banting setir ke profesi lain. Ada yang menjadi tukang becak, satpam, kuli bangunan, dan lain-lain. Sekitar 40 pemain PSMS Medan memang belum mendapat gaji. Mengadu ke PSSI pun tak membuahkan hasil, mereka diabaikan, dan bahkan diusir serta diancam sanksi denda saat mengunjungi Kantor PSSI di Jakarta beberapa waktu lalu.

Sulaiman Alamsyah Nasution, salah satu punggawa PSMS Medan, mengaku sudah tidak punya uang lagi. Barang-barangnya pun habis dijual untuk menghidupi keluarganya. Bahkan, untuk bertahan hidup Sulaiman Alamsyah Nasution akhirnya alih profesi sebagai tukang becak.

Menurut Sulaiman Alamsyah Nasution, ini bukan kali pertama gaji dari manajemen PSMS Medan molor, namun tahun kemarin gaji dibayarkan sebelum Lebaran, sedangkan tahun ini tidak ada kejelasan sama sekali.

“Tahun ini buruk sekali,” keluh Sulaiman Alamsyah Nasution.

Nasib serupa juga dialami oleh Irwin Ramadhana. Selain sebagai pesepakbola, kiper PSMS Medan ini merangkap kerja menjadi satpam di Bank Sumut Medan. Untuk Lebaran, Irwin Ramadhana berharap dari THR di tempat kerjanya itu karena gajinya di PSMS Medan belum jelas.

“Saya masih memiliki pekerjaan tetap sebagai satpam. Jadi saya hanya bisa berharap memperoleh THR dari Bank Sumut. Kalau dari PSMS nggak tahu deh,” kata Irwin Ramadhana.

“Demi keluarga, teman-teman bersedia bekerja apa pun, seperti Alam yang bersedia menjadi tukang becak. Indra rela berpanas-panasan untuk bekerja menjadi kuli bangunan,” lanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda