Scroll to Top

Efek Kurang Tidur pada Kulit

By Ilham Choirul / Published on Saturday, 27 Jul 2013

kurang tidur

Kalau mau memiliki kulit lebih terawat, sebaiknya jangan remehkan untuk cukup tidur. Sebab, saat seseorang kurang tidur dan itu terjadi secara kontinyu, maka memiliki efek pada kemunculan tanda-tanda penuaan. Menurut studi yang dilakukan merek kosmetik Estee Lauder bersama dengan University Hospitals Case Medical Center menemukan, kurang tidur menjadi sebab hadirnya garis-garis halus, warna kulit yang tidak merata, dan mengurangi elastisitas kulit.

Dikutip Times of India dari Huffington Post, studi ini melibatkan 60 waita yang berusia 30 sampai 49 tahun. Para peserta diamati pola  tidurnya dan efeknya pada kulit.  Mereka dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 30 orang adalah golongan yang memiliki kekurangan waktu tidur dan satunya kelompok dengan kualitas tidur terbaik.

Peserta dievaluasi dalam waktu empat malam. Tes bertujuan untuk membandingkan efek pola tidur terhadap kemungkinan-kemungkinan yang muncul lewat kulit. Hasilnya, golongan peserta yang kurang tidur diketahui mengalami masalah kulit dibanding yang pola tidurnya lebih baik.

Mereka yang kurang tidur terdapat garis-garis halus di kulitnya. Selain itu, elastistas kulit mereka dua kali lebih rendah dibanding elastisitas kulit dalam posisi normal. Artinya, kulit mereka sedikit menggelambir. Selain itu, pada beberapa tempat di tubuh mereka memiliki warna kulit yang tidak merata.

Para peserta yang kurang waktu tidur ini juga diketahui memiliki pemulihan yang lebih lama ketika kulit mereka tersengat sinar matahari. Kurang tisur ikut membuat kulit mengalami dehidrasi dan menumpulkan respons sensorik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda