Scroll to Top

Pepe Reina Akui Kecewa Dengan Caranya Pergi Dari Liverpool

By Wan Faizal / Published on Tuesday, 30 Jul 2013

Pepe.Reina

Kekecewaan besar tengah dirasakan Pepe Reina pada para petinggi Liverpool terkait peminjaman dirinya ke Napoli. Apa yang membuat kiper plontos itu kecewa adalah manajemen Liverpool tak mengajaknya berbicara dulu mengenai hal itu dan langsung memutuskan sepakat untuk mengirim kiper berusia 30 tahun itu ke San Paolo untuk bereuni dengan Rafael Benitez.

Reina menumpahkan semua unek-uneknya terkait “transfer sepihak” ini dalam surat terbuka di situs resminya, www.pepereina25.com. Dalam surat tersebut, Reina mengaku bahwa salah satu penyesalan yang pernah ia dapat adalah pergi meninggalkan Liverpool dengan cara menyakitkan seperti ini.

Berikut adalah beberapa kutipan dalam surat terbuka yang dirilis oleh Reina:

“Ini adalah perasaan aneh bagi saya karena musim depan saya tidak memakai jersey Liverpool, seperti dalam delapan tahun terakhir. Klub, staf, kota Liverpool, orang-orangnya, dan fans disini berperan besar dalam hidup saya. Saya mungkin tidak banyak memenangi gelar dan medali sejak bergabung pada 2005 lalu. Tapi pengalaman bahwa saya menjadi bagian dari klub ini lebih penting daripada trofi juara.

Saya paham benar fans disini bisa mengangkat semangat dan menginspirasi tim untuk melakukan hal spesial. Atmosfer yang tercipta di Anfield memang unik. Saya juga merasa bangga karena menjadi bagian untuk memperjuangkan keadilan bagi 96 korban Tragedi Hillsborough. Itu semua menunjukkan bahwa orang-orang disini selalu berjuang untuk apa yang mereka yakini.

Sayangnya, saya tidak akan bisa melakukan hal-hal itu lagi musim depan tapi saya yakin rekan setim akan bisa melakukannya. Akan menjadi sesuatu yang menyenangkan jika Liverpool bisa kembali ke tempat dimana seharusnya mereka berada, bersaing meraih gelar dan kembali ke empat besar. Meskipun saya pergi ke klub lain dengan pemilik baru, manajer baru, rekan setim baru, dan tantangan baru, saya percaya Liverpool akan sanggup kembali ke level tersebut.

Pergi dari Liverpool bukanlah keputusan yang saya ambil. Namun saya harus menerima apapun keputusan yang diambil klub untuk saya. Mereka mengontrak saya, memainkan saya, memberi saya pengalaman berharga dalam hidup, dan juga memperhatikan saya. Jika klub berpikir pindah ke Napoli adalah keputusan terbaik untuk saya, maka saya menerimanya.

Tapi saya punya satu kekecewaan, yaitu cara saya pergi dari Liverpool. Memang jadi sesuatu yang mengecewakan karena manajemen Liverpool sepakat meminjamkan saya ke Napoli tanpa berbicara dengan saya terlebih dulu.

Saya berkata pada manajer jika saya harus pergi, maka saya ingin ke Barcelona jika memang ada kesempatan. Jika peluang itu tidak ada, maka saya dengan senang hati siap bertarung memperebutkan tempat di tim utama Liverpool. Jadi saya benar-benar terkejut karena klub justru mengirim saya ke Napoli.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda