Scroll to Top

Pemakaian Kondom Meningkatkan Bakteri Bersahabat pada Organ Intim Wanita

By Ilham Choirul / Published on Tuesday, 30 Jul 2013

kondom

Alat kontrasepsi kondom memiliki fungsi lain di samping dapat mencegah dari kehamilan atau penyakit menular seksual. Studi terbaru dari Beijing Friendship Hospital menyebutkan, pemakaian kondom secara teratur dapat dapat merangsang pembentukan koloni mikroba bersahabat di dalam organ intim wanita. Demikian dikutip Times of India dari Huffington Post.

Temuan ini didapatkan pada wanita yang secara aktif lebih memiliki kondom sebagai alat kontrasepsinya. Dan, pembentukan koloni mikroba bersahabat ini tidak ditemukan pada pemakaian alat kontrasepsi yang lain. Kesamaan kondom dengan alat kontrasepsi lain hanya satu, yaitu sebagai kontrol atas kehamilan.

Bakteri yang mendominasi flora alami di vagina wanita adalah lactobacillus. Mikroba ini dapat memicu pembentukan asam laktat dan hidrogen peroksida. Kedua zat ini berguna dalam mempertahankan pH yang cocok di area intim wanita itu. Sebagai informasi, pH yang diperlukan vagina sebesar 4,5. Tingkat keasaman ini sebanding dengan bir maupun jus tomat.

Peneliti mengatakan, kehadiran enzim yang diproduksi oleh bakteri lactobacillus ini berfungsi sebagai asam larutan penyangga. Larutan penyangga adalah larutan yang memiliki fungsi mempertahankan tingkat keasaman. Khusus dalam vagina, larutan penyangga ini diduga akan memblokir kerja bakteri berbahaya yang ingin bersarang dan melakukan infeksi. Infeksi bisa dicegah.

Seiring dengan banyaknya bakteri bersahabat pasca pemakaian kondom, akan membuat kondisi organ intim wanita menjadi sehat. Pasalnya, vagina adalah tempat yang biasa dijadikan bakteri berbahaya untuk bersarang dan membuat ketidakseimbangan jumlah bakteri sehat dengan bakteri berbahaya. Jika bakteri vaginosis ini menginfeksi, efek yang dapat muncul adalah rasa gatal, keluar cairan, dan bau tidak sedap. Di sisi lain, kehadiran bakteri sehat dikaitkan pula dengan penurunan  risiko infeksi HIV.

Studi ini dipublkasikan dalam jurnal PLoS One.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda