Scroll to Top

Film 3D Sudah Tidak Terlalu Diminati di Amerika

By Ika / Published on Thursday, 01 Aug 2013

The Wolverine 3D

Selama beberapa tahun terakhir, 3 dimensi (3D) sudah marak di dunia perfilman Hollywood. Hampir semua film, khususnya yang bergenre action, fantasi, atau animasi, pasti akan dikemas secara 3D untuk memuaskan para penonton.

Entah sudah bosan atau ada penyebab lainnya, lambat laut film 3D sudah bukan menjadi pilihan utama bagi para penggemar film. Dikutip dari Digital Spy, menurunnya minat terhadap film 3D ini bisa dilihat dari hasil penjualan tiket film-film 3D.

Misalnya saja The Wolverine dan film animasi Turbo yang baru dirilis tahun ini. Rupanya versi 3D dari dua film ini hanya menyumbang beberapa persen saja pada pendapatan film Box Office tersebut.

“Film Turbo 3D hanya menyumbang 25% pada total (pendapatan) box office, di mana hal ini menunjukkan bahwa format (3D) ini adalah pertunjukan yang buruk,” kata sebuah laporan yang ditulis untuk The Wrap. “Nasib The Wolverine sedikit lebih baik. Pertunjukan 3D-nya menyumbang 30% untuk (pendapatan) $53 juta di  minggu pertama penayangannya.”

Angka tersebut rupanya lebih buruk bila dibandingkan dengan film Monster University yang versi 3D-nya menyumbang 34% dari total pendapatannya yang mencapai $82 juta. World War Z juga masih lebih baik, di mana versi 3D-nya memberi kontribusi sebesar 31% dalam pendapatan total film tersebut.

Walau penggemar film di Amerika sudah lebih memilih film versi biasa (2D), rupanya film 3D masih sangat diminati di beberapa negara lain, misalnya saja Rusia dan Cina. Di kedua negara ini, film 3D masih menyumbang sekitar 80-90% pada pendapatan total film-film Hollywood.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda