Scroll to Top

Mampukah Jejaring Sosial “Kecil” Bertahan?

By Aisyah Indarsari / Published on Friday, 23 Sep 2011

Jika disebutkan istilah jejaring sosial, apa yang ada di benak Anda? Pasti Facebook, bukan? Padahal ada lebih dari 10 jejaring sosial lain yang mungkin beberapa diantaranya sudah Anda ketahui, atau bahkan miliki keanggotannya.

Terkadang terlintas di pikiran kita, apakah jejaring sosial “kecil” lainnya ini akan bisa mengikuti prestasi Facebook? Atau setidaknya dapat bertahan dengan komunitas “kecil”nya?

Berdasarkan presentasi yang disuguhkan oleh Steven Van Belleghem dan hasil pengamatan Social Media Today, menunjukkan bahwa dalam dunia sosial media saat ini, terdapat 3 kategori jejaring sosial yang cukup signifikan perannya. Mereka adalah kategori paling top (Facebook), beberapa calon bintang (Twitter, LinkedIn, Google+) dan pahlawan lokal (Hyves, Vkontakte, Qzone).

Jika ditilik dari teori adopsi sebuah media baru yang bernama Metcalfe’s Law, kesimpulan yang akan diperoleh adalah jejaring yang besar akan bertambah besar, sedangkan yang kecil tidak akan selamat.

Secara grafik, posisi beberapa pemain besar jejaring sosial ada pada gambar berikut:

Dari gambar tersebut dapat diketahui bahwa, Facebook saat ini telah melampaui fase early adopter dan berada di puncak early majority.

Sebuah teori lain yang juga mendukung adalah teori Crossing the Chasm, yang dikenalkan oleh Moore di tahun 1991. Yaitu dikatakan bahwa, sebuah teknologi baru akan memenangkan pasar jika ia telah berhasil melampaui garis pembatas antara early adopter dan early majority.

Lalu bagaimana nasib jejaring kecil lainnya? Apakah mereka juga dapat melampaui batas tersebut, dan berhasil mengikuti kiprah Facebook di dunia sosial media?

LinkedIn mungkin bisa berhasil. Mengapa? Karena LinkedIn merupakan jejaring sosial yang unik, dan mengkhususkan diri sebagai platform penghubung antara pemberi dan pencari kerja. Jadi tidak melulu hanya interaksi sosial yang ada didalamnya. Menjadi unik adalah nilai tambahnya.

Sedangkan bagi Twitter, Quora dan bahkan Google+ yang baru saja dibuka untuk publik, mereka masih harus berjuang. Dengan adanya penelitian terbaru yang menyebutkan bahwa sebanyak 60% pengguna internet merasa cukup puas dengan jejaring sosial yang mereka miliki sekarang, dan tidak ingin menambah keanggotaan pada jejaring sosial lainnya, benar-benar mengancam eksistensi mereka di dunia sosial media ini.

Akan tetapi, mungkin dengan situasi ini, akan memancing jejaring kecil ini untuk terus berinovasi, memiliki keunggulan dan keunikan tersendiri, sehingga pantas bersanding dengan jejaring sosial terbaik di dunia. Ujung-ujungnya, pengguna akan diuntungkan dengan banyaknya fitur beragam dan unik, dan tentu saja masih gratis. Anda setuju?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda