Scroll to Top

Kata Danurwindo Tentang Timnas Indonesia Era Jacksen F. Tiago

By Aditya / Published on Saturday, 03 Aug 2013

Danurwindo

Komposisi pemain yang menghuni skuat Timnas Indonesia saat ini dianggap kurang lengkap, terutama di lini tengah. Timnas Indonesia di bawah asuhan Jacksen F. Tiago disebut-sebut tidak mempunyai pemain yang bisa berperan sebagai playmaker, yakni gelandang yang bertugas mengontrol ritme, pengatur serangan, serta sebagai penghubung antara lini tengah dan barisan serang Timnas Indonesia.

Hal itu diungkapkan oleh Danurwindo. Eks pelatih Arseto Solo, Pelita Jaya, Persema Malang, Bontang PKT, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, dan pernah pula menukangi Timnas Indonesia ini menilai bahwa apa yang ditunjukkan oleh Jacksen F. Tiago selama ini seolah-olah telah mengabaikan peran seorang playmaker.

Firman Utina sejatinya bisa memerankan posisi itu. Namun, gelandang Persib Bandung tersebut jarang dipanggil oleh Jacksen F. Tiago. Lini tengah Timnas Indonesia kebanyakan malah dihuni oleh barisan gelandang bertahan yang bertipikal hampir sama, seperti Achmad Bustomi, Ahmad Jufriyanto, Immanuel Wanggai, hingga Raphael Maitimo.

Danurwindo melihat, pemanggilan Taufiq saat Timnas Indonesia melawan Liverpool membawa indikasi positif. Gelandang lincah asal Persebaya 1927 tersebut sebenarnya bisa diposisikan sebagai playmaker saat Firman Utina terdepak dari skuat Garuda.

“Ada Taufiq di sana. Saya melihatnya dia bisa menjadi playmaker. Di Indonesia tidak mudah mencari sosok playmaker. Kenapa? Dia harus bisa mengontrol ritme, punya intelektual tinggi karena mengatur serangan dan bikin keputusan yang tepat,” ujar Danurwindo di Jakarta belum lama ini.

Di era-era sebelumnya, Timnas Indonesia sebenarnya pernah dihuni oleh para pemain yang bertipikal sebagai playmaker, sebut Ansyari Lubis, Uston Nawawi, Imran Nahumarury, hingga Firman Utina. Namun, saat ini playmaker dirasa langka karena tidak ada penerusnya.

”Di sinilah pentingnya pembinaan usia muda. Sulit menemukan playmaker karena memang tidak pernah dicetak,” keluh Danurwindo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda