Scroll to Top

IPL Dinilai Kampungan, PSSI Diminta Bubarkan LPIS

By Aditya / Published on Saturday, 03 Aug 2013

IPL Logo Putih

Kritikan miring terhadap kinerja PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) selaku pengelola kompetisi Indonesia Premier League (IPL) semakin nyaring. Setelah Semen Padang dan Persiba Bantul, kali ini pelatih Persekap Pasuruan, Rudy Keltjes, yang meminta kepada PSSI agar LPIS dan IPL dibubarkan saja. Rudy Keltjes bahkan menyebut IPL dengan istilah kampungan.

“Saya sudah puluhan tahun menjadi pelatih dan selalu mendidik pemain untuk patuh serta bermain bersih. Tapi, saya melihat kalau pemain IPL itu kampungan sebab mereka bermain kasar,” tukas Rudy Keltjes belum lama ini.

Maka dari itu, Rudy Keltjes meminta kepada PSSI agar membubarkan IPL beserta LPIS selaku pengelolanya. Bagi mantan pelatih Persebaya Surabaya ini, keberadaan IPL dan LPIS justru hanya akan merugikan PSSI dan sepakbola nasional pada umumnya.

“Karena itu, IPL memang harus dibubarkan. Jika terus dipaksakan berlangsung, maka akan menjadi duri bagi PSSI,” ujar Rudy Keltjes.

Sebelumnya, dua klub papan atas IPL, yakni Semen Padang dan Persiba Bantul juga melontarkan seruan serupa. Sama seperti Rudy Keljtes, mereka menilai LPIS selaku pengelola IPL sangat tidak profesional.

“Kalau tidak sanggup menjalankan aturan sebaiknya PT LPIS dibubarkan saja. Mereka tidak tegas dalam menerapkan aturan dan regulasi. PT LPIS tidak profesional, karena banyak pertandingan yang tidak berjalan dengan benar,” tandas Erizal Anwar, Ketua Umum Semen Padang.

“Saya sudah berusaha menelepon CEO PT LPIS, Widjajanto, namun dia tidak bersedia menerima. Oleh karena itu, kami sedang menyiapkan surat kritikan kepada mereka. Kompetisi ini tidak berjalan dengan benar. Seharusnya PT LPIS bisa memperbaikinya demi perkembangan klub di Indonesia,” lanjutnya.

Begitupula dengan Persiba Bantul. Melalui sekretaris tim, Wikan Werdo Kisworo, Laskar Sultan Agung meminta agar IPL tidak usah dilanjutkan, padahal IPL baru saja akan memasuki putaran kedua.

“Kami merasa kompetisi (IPL) sudah tidak sehat. Lebih baik (putaran kedua) dihentikan saja. Harapan kami, putaran kedua tidak perlu dilanjutkan,” saran Wikan Werdo Kisworo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda