Scroll to Top

Messi “Mengungsi” ke Inggris Gara-gara Gunung Berapi

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 27 May 2011

 

Bukan hanya Manchester United yang mendapatkan gangguan nonteknis menjelang Final Liga Champions di Wembley. Lawan mereka, Barcelona mendapatkan masalah serupa. Jika MU digoyang oleh isu perselingkuhan Ryan Giggs dengan model ternama, Imogen Thomas, Barcelona malah menghadapi lawan serius: gunung berapi! Bagaimana ceritanya sebuah gunung menjadi biang ketakutan awak Azulgrana?

Gunung berapi Grimsvotn di Islandia yang kembali aktif setelah tertidur selama dua tahun menjadi kendala utama tim Catalan. Erupsi pertama gunung tersebut terjadi pada Sabtu dengan bubungan hingga 11 kilometer. Masalah semakin gawat karena abu erupsi Gunung Grismvotn kemungkinan akan tiba di daerah sekitar Inggris pada Selasa, 24 Mei. Pihak maskapai penerbangan Eropa sendiri tidak mau main-main atas keadaan ini. Mereka mungkin saja menunda atau membatalkan penerbangan. Artinya, jika Barcelona berangkat setelah Selasa ke Inggris, mereka dipastikan hanya bisa memakai jalur darat yang membutuhkan waktu panjang dan melelahkan.

Maka, daripada datang terlambat karena perjalanan, Pep Guardiola dan anak asuhnya berangkat lebih awal ke London. Pep sendiri berkata, dua tahun Grismvotn tertidur dan ia berharap hari-hari ini gunung tersebut tetap “tertidur”.

Barcelona memang mengalami trauma tentang gunung berapi. Pada 2010, di Liga Champions pula, mereka mesti mengambil jalur darat ketika hendak bertandang ke San Siro, markas Inter Milan. Kala itu, letusan gunung yang namanya sangat sulit disebut, Eyjafjallajokul, adalah penyebab utama perjalanan yang lebih lama dan lebih menguras fisik tersebut. Akibatnya, Barcelona datang terlambat untuk beradaptasi dengan rumput San Siro. Mereka juga didera kelelahan hebat. Hasilnya, Barcelona dikalahkan Inter Milan yang saat itu diasuh oleh Jose Mourinho dengan skor 3-1. Tentu Lionel Messi, dkk. tidak mau lagi kejadian yang sama terulang. Lebih baik datang di awal waktu daripada Tragedi Eyjafjallajokul kembali menimpa mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda