Scroll to Top

Kebisingan Menjadi Awal Penyebab Tuli

By Ilham Choirul / Published on Monday, 12 Aug 2013

tidak mendengar

Perhatikan kesehatan pendengaran kita. Pasalnya, saat ini manusia sudah hidup pada kondisi yang lebih banyak muncul kebisingan terutama yang tinggal di perkotaan. Kebisingan muncul dari berbagai alat dan kondisi. Misalnya pemutar MP3, iPod, pengering rambut, suara bising klub malam, sampai kendaraan bermotor.

Semua kebisingan yang ada di sekitar kita, masuk ke telinga dengan gelombang yang saling berbeda kekuatannya. Gelombang suara membuat getaran pada gendang telinga yang memiliki sifat fleksibel. Semakin keras suara, getaran pada membran gendang telinga berlangsung lebih intens sehingga terdengar memekakkan telinga.

Saat terjadi proses mendengar, gelombang suara yang diterima gendang telinga akan diteruskan ke tulang kecil lalu menuju koklea di telinga bagian dalam. Di sana terdapat cairan yang kemudian membawa getaran ke sel-sel rambut. Hal tersebut akan merangsang serat sarf di pendengaran untuk mengirimkan impuls ke pusat pendengaran di otak. Akhirnya, seseorang pun dapat mendengar. Bagia yang paling sensitif dari rantai perjalanan suara ini adalah sel-sel rambut di telinga dalam.

Masalahnya, jika seseorang kerap terpapar suara keras – apalagi memekakkan telinga – maka bisa membuat sel-sel rambut ini mati. Jika mereka mati, maka tidak akan bisa berfungsi lagi untuk mendengar. Inilah yang kemudian mengakibatkan adanya peristiwa tuli. Jika kebiasaan mendengar suara keras sudah dimulai pada usia muda, bisa bisa terjadi tuli pada usia pertengahan. Itu menjadi hal yang akan menyusahkan hidup Anda.

Kekuatan suara yang sudah dianggap cukup mengganggu telinga memiliki ukuran mulai 85 desibel. Ini suara yang muncul dari pengering rambut mauoun mixer makanan. Gadget yang langsung menempel di telinga – seperti pemutar MP3 atau iPod – bahkan lebih buruk dalam memberikan paparan buruk bagi kesehatan telinga.

Langkah terbaik melindungi telinga Anda dari tuli adalah menjaga dari kebisingan dari sumber apapun. Apabila Anda dihadapkan pada kebisingan, usahakan tidak terpapar dalam jangka lama dan lakukan istirahat dari kebisingan dengan mengambil tempat yang lebih sepi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda