Scroll to Top

Netflix Ceroboh, Akun Twitter Brand Barunya “Qwikster” Sudah Terpakai

By Aisyah Indarsari / Published on Thursday, 22 Sep 2011

Inilah yang terjadi jika Anda memiliki ide yang sama akan sebuah nama produk, atau bahkan yang sering terjadi adalah, jika Anda memiliki nama yang sama dengan beberapa orang lainnya di muka bumi ini.

Jika Anda tidak lebih dahulu membuat akun di sosial media, tentu saja akun tersebut sudah dimiliki orang lain. Dan terpaksa Anda harus membuat akun lain serupa @boy1 atau@girl_8. Begitu juga yang terjadi dengan Netflix.

Beberapa waktu yang lalu, Netflix, sebuah situs layanan streaming video populer di Amerika, meluncurkan sebuah produk baru dengan nama Qwikster.

Produk ini memfokuskan diri untuk layanan bagi pelanggannya yang ingin menonton video dalam format DVD, yang dikirim melalui akun email masing-masing penggunanya.

Akan tetapi tampaknya, dalam sebuah upaya peluncuran brand baru, Netflix telah melakukan kesalahan penelitian penggunaan nama brand tersebut di dunia sosial media.

Nama akun @Qwikster sudah terlebih dahulu dimiliki oleh seseorang bernama Jason Castillo. Dan mengetahui nama akunnya sama dengan brand baru produk Netflix, tampaknya pikiran bisnis mulai muncul dibenaknya.

Seperti yang diberitakan TechCrunch, Jason pada awalnya juga tidak mengetahui yang terjadi dengan akunnya. Hingga suatu pagi, tiba-tiba ia mendapati inboxnya telah masuk ratusan email, bahkan followernya bertambah menjadi lebih banyak dalam semalam.

Ternyata banyak yang menghubunginya untuk menawar membeli akun Twitternya dengan harga hingga ratusan dolar. Bukan dari perusahaan Netflix tersebut sendiri tentunya. Akan tetapi dari beberapa orang yang sadar bahwa situasi ini dapat dijadikan bisnis, karena pasti Netflix akan membeli dengan harga mahal pada mereka yang memiliki hak akun tersebut.

Pada tweetnya, dapat diketahui bagaimana ia mencoba bernegosiasi kepada para pemburu akunnya untuk terlebih dahulu menghubungi temannya Gabriel (@SoccerIsLifegc7) sebagai perantara dalam proses tawar menawarnya.

Bahkan masih menurut TechCrunch, ia hanya mau berurusan dengan orang-orang yang menawar hingga 6 digit nominal uangnya.

Disadari atau tidak, tindakan Jason tersebut sebenarnya melanggar peraturan keanggotaan Twitter, dimana ia atau siapapun juga dilarang memperjualbelikan akun tersebut untuk tujuan apapun maupun nominal berapapun.

Jika peraturan ini sampai dilanggar, pihak Twitter kapanpun dapat menghapus keanggotaan Jason, dan tentu saja Netflix akan mendapatkannya bahkan tanpa sepeserpun uang yang perlu dikeluarkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda