Share

Sisca

Sisca Yofie, korban pembunuhan sadis di Bandung ditengarai memiliki hubungan dengan seorang oknum polisi. Kompol A yang disebut-sebut pernah berpacaran dengan Sisca ini diduga punya keterkaitan erat dengan pembunuhan yang terjadi pada 5 Agustus lalu tersebut.

“Sejak awal sudah terbentuk (dugaan) pembunuhan sadis. Karena pelaku belum tertangkap dan saksi minim,” ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno. “Belum lagi melihat korban seperti diseret dan barang yang milik korban saat itu belum dinyatakan ada yang hilang.”

Sementara itu, 2 pelaku berinisial W dan A kemudian tertangkap. Mereka lantas mengaku hanya ingin menjambret korban, namun sayangnya Sisca terpeleset hingga jatuh dan rambutnya tersangkut di gir motor. Akibatnya, Sisca pun ikut terseret saat pelaku berusaha melarikan diri.

Pengakuan kedua pelaku tersebut dinilai penuh kejanggalan, salah satunya adalah tidak ada gerakan atau perlawanan dari Sisca saat diseret motor, seolah-olah Sisca sudah tewas dibunuh sebelum terseret. Semua ini terekam oleh CCTV sehingga polisi tidak percaya begitu saja dengan pengakuan pelaku.

Dugaan kemudian berkembang bahwa pelaku disuruh oleh seseorang untuk membunuh Sisca. Walau masih samar, Kompol A kemudian dicurigai punya keterlibatan khusus dengan pembunuhan Sisca. Sebelumnya, Kompol A diketahui terus mengincar bahkan membuntuti Sisca ke manapun ia pergi.

Sisca pun merasa tak nyaman dan kesal hingga akhirnya dendam pada Kompol A. Menurut Kombes Pol Sutarno, semua dendam Sisca terungkap dari catatan yang ada di kamar kosnya.

“Jadi memang ada keluhan-keluhan si korban diperlakukan tidak baik oleh si oknum ini. Sisca marah, mencaci maki kepada si orang ini,” kata