Scroll to Top

Mitra Kukar Akui Persipura, Arema, Sriwijaya FC & Persib Lebih Pengalaman

By Agus Prasetyo / Published on Wednesday, 14 Aug 2013

Pada awal digelarnya kompetisi ISL musim 2013 ini, Mitra Kukar menggantungkan harapan tinggi. Naga Mekes bermimpi menjadi jawara saat harus bersaing dengan tim besar lainnya seperti Persipura, Arema, Sriwijaya FC ataupun Persib.

Namun dengan menyisakan empat pertandingan lagi, koleksi poin tim Kota Raja tidak memungkinkan untuk membawa trofi ke Tenggarong.

Manajemen Mitra Kukar pun bertindak sigap, dengan merevisi target menjadi finis di tiga besar klasemen akhir ISL musim ini.

Setelah menuntaskan laga terakhir kontra Persegres Gresik 2 Agustus lalu, Mitra Kukar berhasil menggapai misi itu untuk sementara waktu. Naga Mekes mampu finis di posisi tiga, di bawah Persipura dan Arema Malang.

Sebenarnya Mitra Kukar memulai ISL 2013 dengan baik. Bermodalkan sebagian besar skuad musim lalu, Naga Mekes mampu menjaga persaingan di papan atas.

Bahkan tim besutan Stefan Hansson sempat beberapa pekan menguasai klasemen sementara, sebelum akhirnya menutup paruh pertama di posisi lima.

Bertekad memperbaiki performa, manajemen mendatangkan lima pemain anyar pada jendela transfer paruh musim.

Nama-nama seperti Ilija Spasojevic, Raphael Maitimo, Jesse Pinto, Park Chul-hyung, dan Ahmad Amiruddin menjadi amunisi baru Stadion Aji Imbut Tenggarong.

Alhasil penampilan Naga Mekes cukup konsisten. Secara statistik Mitra Kukar memenangkan 17 dari 30 laga yang dijalani dan hanya kalah tujuh kali serta sisanya imbang.

Mengenai kegagalan merealisasikan target juara, Ketua Umum Mitra Kukar Endri Erawan mengaku timnya masih minim pengalaman ketimbang tim-tim lain seperti Persipura, Arema, Persib dan Sriwijaya FC.

“Kami sudah mempersiapkan diri dengan mendatangkan pemain berkualitas, tetapi tim lain juga tampak lebih siap” ungkap Endri Erawan seperti yang dilansir Kaltimpost.

Endri mengakui jika di pentas ISL timnya baru berusia dua musim, sementara para kompetitor papan atas adalah tim-tim mapan dan kaya pengalaman di pentas nasional.

“Terlebih lagi mereka sudah banyak pengalaman pada sepak bola nasional, sementara kami baru dua tahun di kasta tertinggi. Kami masih harus menumbuhkan mental juara” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda