Scroll to Top

Kilas Balik Liga Inggris 2004/2005: Chelsea, Juara Setelah Penantian 50 Tahun

By Fitra Firdaus / Published on Wednesday, 21 Sep 2011

2004/2005 adalah musim pertama Jose Mourinho menangani Chelsea. Sejak saat itu pula The Special One menancapkan kukunya dalam-dalam sebagai manajer dengan reputasi dunia. Ya, Mou yang sekarang menangani Real Madrid, memberikan empat catatan besar.

Pertama, Mourinho sukses membawa Chelsea untuk pertama kalinya juara liga setelah penantian panjang selama 50 tahun (gelar terakhir terjadi pada tahun 1955).

Kedua, Mourinho juga membuat Chelsea cuma sekali merasakan kekalahan sepanjang 38 pertandingan, yaitu ketika mereka ditikam tuan rumah Manchester City 1-0 di pekan ke-9.

Ketiga, Chelsea berhasil meraup 95 poin. Mereka menang 29 kali dan seri 8 kali. Prestasi yang sangat fantastis untuk tim karbitan; walaupun The Blues dihuni pemain-pemain bintang sekalipun.

Keempat, yang paling hebat, Mourinho sukses membuat Chelsea memiliki benteng pertahanan terbaik di liga. Dari 38 kali penampilan, mereka cuma terbobol 15 gol! Artinya, gawang Petr Cech kemasukan kurang dari setengah gol dalam setiap pertandingan. Terima kasih layak disematkan kepada kuartet bek Paulo Ferreira-Ricardo Carvalho-John Terry-dan Wallam Gallas.

Sebenarnya, tidak mengherankan jika Chelsea berhasil mencapai titik juara liga. Tengoklah pembelian mereka selama bursa transfer musim panas. Ada nama Paulo Ferreira, Petr Cech, dan Ricardo Carvalho yang menjadi jaminan kuatnya lini pertahanan. Ada pula sosok Arjen Robben, Mateja Kezman, dan Didier Drogba yang membuat lini belakang lawan mana pun akan ketakutan. Sayang, Kezman tak bisa tampil apik dan langsung dibuang ke Atletico Madrid musim berikutnya.

Namun, gelar juara Chelsea juga bisa dinilai negatif dari sisi lain. Mourinho memang merupakan tipikal pelatih zaman modern yang pragmatis. Menang 1-0 atau 4-0 sekalipun, sama-sama meraup tiga angka. Maka, untuk apa susah-susah mencari lebih dari 5 gol jika sebiji saja sudah membuat Chelsea menang?

Tercatat, sepanjang musim, Chelsea cuma tiga kali menang dengan skor terbesar 4-0, yaitu melawan Blackburn Rovers, Newcastle United, dan Norwich City. Selebihnya, ada 11 kali kemenangan bermodal 1-0. Musim sebelumnya, saat dilatih Claudio Ranieri, Chelsea bisa menang 5-0 dua kali dalam 38 pertandingan.

Efektivitas yang diandalkan Mourinho memang berjalan sempurna di tahun pertamanya di Chelsea. Ia bisa membuat Liverpool menyerah tandang dan kandang dengan skor sama 1-0. Mourinho juga sukses menaklukkan Manchester United, tim asuhan Sir Alex Ferguson 1-0 dan 1-3 di Old Trafford.

Apa pun yang terjadi di lapangan, pembelanjaan dana sebesar 94,5 juta poundsterling yang dilakukan Roman Abramovich berbuah banyak. Dengan modal yang mirip pula, musim berikutnya, Chelsea sukses mempertahankan gelar juara. Lalu, dengan cara dan pola sama pula, Mourinho kini berada di Spanyol: main efektif di lapangan plus menebar musuh di mana-mana.

 

Fakta Chelsea 2004/2005

Premier League: Peringkat 1

Liga Champions: Semifinal (kalah agregat dari Liverpool 0-1)

Piala Liga: Juara (menang atas Liverpool 3-2)

Piala FA: Babak kelima (kalah dari Newcastle 0-1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda