Sisca Yofie

Pembunuhan Fransisca Yofie, Branch Manager PT Venera Multi Finance yang sangat sadis, diduga kuat melibatkan Kompol A yang merupakan mantan kekasih perempuan cantik tersebut. Namun, polisi membantah dugaan tersebut. Mana yang benar?

Dugaan bahwa Kompol A memiliki pengaruh besar dalam pembunuhan Sisca Yofie bukannya tanpa alasan. Keduanya pernah berhubungan sepanjang medio 2010 hingga September 2012. Kemudian, dengan dalih mobil sang polisi dihilangkan oleh Sisca Yofie, ia memerintahkan anak buahnya, Bripka A dan Brigadir F untuk memata-matai perempuan tersebut pada Agustus 2012. Ketika itu, Sisca Yofie berpindah-pindah kos.

Dugaan menguat karena dalam akun facebook Fransesica Yofie terdapat unggahan foto-foto yang berisi makian. Diakui Kompol A, kata-kata makian tersebut ditujukan kepadanya. Seperti yang disinggung dalam sebuah kalimat di foto-foto unggahan tersebut, Kompol A memang pernah mendatangi makam ibu Sisca Yofie dan memancing kemarahan sang mantan kekasih.

Namun, polisi justru mengeluarkan pernyataan yang bertentangan dengan dugaan-dugaan di atas. Pembunuhan Sisca Yofie disebutkan murni penjambretan semata.

Semisal, Kapolda Jawa Barat, Ijern Pol Suhardi Alius yang menyatakan, “Unsur pidana belum terlihat. Tidak ada hubungan dengan pembunuhan. Kalau ada hubungan, (hal tersebut pasti) diproses.”

Senada dengan ucapan tersebut, Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Sutarno menggunakan sebuah deretan logika untuk menambah keterangan, bahwa bukti hukum terhadap kemungkinan keterlibatan Kompol A, tidak ada.

“Tidak ditemukan bukti-bukti hukum pasti. Contohnya, kalau Anda punya pacar. Terus, Anda berantem dan pulang pacar Anda sudah tewas. Apakah (dengan demikian) Anda pelakunya? Kan belum tentu,” sebutnya seperti dikutip Merdeka.

Pelaku pembunuhan, Ade dan Wawan, juga sudah mengakui bahwa tindakan mereka murni dilakukan sendiri, tanpa ada perintah dari siapa pun. Motifnya hanyalah perampasan barang dengan unsur kekerasan yang menyebabkan kematian seseorang. Benarkah kesimpulan polisi ini? Atau, mungkinkah kasus ini akan dipetieskan? Silakan tulis komentar Anda.