Scroll to Top

Benny Dollo Izinkan Pemain Persija Mogok Latihan

By Aditya / Published on Monday, 19 Aug 2013

Benny Dollo Persija

Pelatih Persija Jakarta, Benny Dollo, ternyata memaklumi aksi mogok latihan yang dilakukan oleh anak-anak asuhnya. Para pemain tim Macan Kemayoran ogah latihan karena gaji mereka yang belum dibayarkan. Namun, Benny Dollo tidak melarang aksi tersebut, apalagi ia dan jajaran pelatih Persija juga mengalami nasib serupa.

“Ya, mereka (para pemain) sudah bilang kepada saya. Kami, tim pelatih tidak bisa memaksa pemain jika urusannya adalah persoalan hak mereka. Apalagi kami mengalami hal serupa,” keluh Benny Dollo di Jakarta belum lama ini.

Seharusnya, kata eks pelatih Timnas Indonesia itu, manajemen Persija berkomitmen terhadap janji yang mereka ucapkan sendiri. Dengan begitu, aksi-aksi yang dampaknya bisa merugikan klub tidak akan terjadi.

“Dalam hal apapun, komitmen seharusnya dipegang sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujar Benny Dollo yang pernah berjaya bersama Persita Tangerang dan Arema Indonesia ini.

Benny Dollo pun meminta kebesaran hati manajemen Persija Jakarta pimpinan Ferry Paulus untuk mengajak para pemain saling berdiskusi untuk menemukan solusi atas persoalan yang tengah terjadi.

“Saya sarankan agar manajemen menemui pemain dan membicarakannya dari hati ke hati. Jangan sampai cita-cita menembus papan tengah Indonesia Super League (ISL) 2013 terganggu dengan kondisi nonteknis,” harap Benny Dollo.

Sebelum kompetisi ISL 2013 bergulir, Ferry Paulus selaku Ketua Umum Persija Jakarta menjanjikan tidak akan ada lagi keterlambatan mengenai pembayaran gaji pemain seperti musim sebelumnya. Alhasil, sejumlah pemain yang semula kecewa dengan manajemen, seperti Ismed Sofyan, akhirnya bersedia kembali memperkuat tim Macan Kemayoran.

Namun, yang terjadi justru tidak sesuai yang dijanjikan. Di ISL musim ini pun para pemain Persija mengalami keterlambatan pembayaran gaji. Dampaknya, Andritany Ardhiyasa dan kawan-kawan pun memutuskan untuk mogok latihan.

“Kenyataannya, manajemen tidak sanggup juga membayar gaji seluruh pemain, jajaran pelatih, dan tim ofisial. Yang ada hanya janji, janji, dan janji. Pada paruh kedua ini, kami hanya menerima gaji sebulan, yakni Mei lalu,” tukas seorang pemain Persija yang enggan disebut namanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda