Scroll to Top

Mendengkur, Alasan Umum Pasangan Bertengkar di Kamar Tidur

By Ilham Choirul / Published on Wednesday, 21 Aug 2013

mendengkur

Urusan ranjang bukan hanya membicarakan soal aktivitas bercinta. Selain itu, pasangan yang hendak tidur bersama pun ternyata tidak lepas dari konflik. Ini terlihat dari survey  di Inggris yang menemukan bahwa pasangan pun kerap bertengkar di saat mereka berada dalam satu ranjang untuk tidur. Dan, banyak alasan bagi mereka untuk berselisih paham.

Dikutip dari Times of India, rata-rata pasangan bertengkar di kamar tidur sebanyak 167 kali dalam setahun.  Beberapa alasannya adalah mereka saling rebutan selimut saat malam semakin larut dan pasangan mereka ada yang tidurnya mendengkur.

Satu dari 10 pasangan mengaku merasakan penderitaan di kamar tidur dua kali dalam seminggu. Lebih dari separuh responden wanita mengatakan mereka menyalahkan pasangan pria mereka karena selalu tidur mendengkur. Suara dengkuran membuat mereka tidak mampu terlelap dengan baik. Dan, 39 persen dari kedua pasangan mangatakan, sama-sama menganggap pasangan mereka cukup buruk di tempat tidur.

Survey yang dilakukan hotel Premier Inn ini juga menemukan, masalah yang terjadi di tempat tidur lainnya yaitu rengekan dari anak-anak. Akhirnya, anak-anak ikut tidur bersama dan mengganggu mood untuk tidur.

“Orang-orang yang menderita mendengkur untuk berbagai tingkat dan penelitian menunjukkan, bagaimana sesuatu seperti mendengkur dapat berdampak pada kehidupan kita sehari hari terutama jika seseorang dalam hubungan tersebut kehilangan tidur yang sangat diperlukan,” kata Claire Haigh dari Premier Inn seperti dikutip Times of India.

“Banyak orang yang serius terpengaruh oleh mendengkur dan monopoli selimut,” tambahnya.

Studi ini melibatkan 2.000 orang yang semuanya memiliki pasangan. Dari semua responden, setengahnya memiliki pasangan yang suka tidur mendengkur. Alasan lain pertengkaran di tempat tidur adalah lampu membaca yang dibiarkan menyala, meninggalkan minuman di meja samping tempat tidur, tidak berpelukan dalam waktu lama, hingga membiarkan anak-anak tertidur di kamar orang tuanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda