Scroll to Top

Review Pekan Keempat La Liga 2011/2012: Liga Spanyol Bukan Hanya Milik Barcelona dan Real Madrid

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 22 Sep 2011

Semua media sempat menyebutkan, La Liga musim ini bakal membosankan. Sejak awal, sudah ada prediksi bahwa Barcelona dan Real Madrid akan kembali berkejaran seperti dua musim sebelumnya dan meninggalkan 18 tim lain sebagai pecundang yang mesti menggenapkan jumlah pertandingan liga.

Namun, pendapat ini tumbang atau setidaknya tertunda. Dari empat pertandingan awal Liga Spanyol, Barcelona dan Real Madrid sama-sama gagal memuncaki klasemen. Bahkan, keduanya tercecer. Barcelona ada di peringkat empat dan Madrid duduk di posisi tujuh.

 

Untung Ada Fabregas

Barcelona yang sempat ditahan tuan rumah Real Sociedad 2-2 —setelah unggul 0-2 terlebih dahulu— kembali dipaksa bermain imbang oleh tuan rumah Valencia. Bahkan, di depan pendukung Para Kelelawar, Azulgrana sempat nyaris pulang dengan kekalahan. Untunglah ada si anak hilang Cesc Fabregas yang lagi-lagi mencetak gol.

Valencia sempat unggul pada menit 12. Kerja keras Jeremy Mathieu justru dibelokkan Eric Abidal ke gawang sendiri. 1-0, Barcelona tertinggal dan tak percaya memulai pertandingan dengan buruk.

Barcelona yang pada pertandingan sebelumnya mencukur Osasuna 8-0, tidak mau tertinggal. Pedro Rodriguez, yang menemukan posisinya kembali setelah cederanya Alexis Sanchez, mencetak gol penyama kedudukan setelah bekerjasama dengan Lionel Messi.

Valencia kembali unggul pada menit 24. Kali ini giliran sang pemain sayap, Pablo Hernandez yang menaklukkan Victor Valdez. Keunggulan 2-1 ini tidak hanya bertahan hingga turun minum, tetapi juga hingga menit 77.

Cesc Fabregas menyelamatkan muka Barcelona dengan gol vitalnya. Lagi-lagi, gol ini adalah hasil kreasi Lionel Messi. Bagi Fabregas, gol ini benar-benar membuatnya sangat mantap pindah ke Barcelona. Dengan posisinya sebagai gelandang, nyatanya Fabregas mampu mengoleksi empat gol dari empat laga.

 

Masih Banyak Kesempatan untuk Peserta Lain

Kabar duka juga datang dari sang rival abadi, Real Madrid. Mereka cuma bisa bermain 0-0 dengan Racing Santander. Kubu Jose Mourinho terlalu banyak membuang peluang dan memperpanjang rekor tak mencetak gol plus tak menang dalam dua laga terakhir. Cristiano Ronaldo, Gonzalo Higuain, Lassana Diarra, Xabi Alonso, dan Jose Maria Callejon tak bisa memaksimalkan keadaan.

Dengan terbenturnya dua calon kuat juara ini, tim-tim lain seperti Valencia dan Real Betislah yang diuntungkan. Mungkin perjalanan La Liga masih panjang. Mungkin pula dalam 33 pertandingan ke depan Barcelona dan Real Madrid kembali ke trek juara. Namun, setidaknya 18 klub lain tidak perlu cemburu berlebihan. Untuk saat ini, Barcelona dan Real Madrid bukannya tak bisa ditahan imbang. Fakta di lapanganlah yang membuktikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda