Scroll to Top

Final Liga Champions 2010/2011: Barcelona, Tim Terbaik Eropa

By Fitra Firdaus / Published on Sunday, 29 May 2011

 

Melihat permainan Barcelona bagaikan menonton Playstation. Bagaimana tidak? Dalam setiap pertandingan, menghadapi tim apa pun, Barcelona senantiasa tampil menyerang dengan penguasaan bola lebih dari 55%. Bahkan, ada guyonan, Barcelona tidak bisa bermain bertahan. Cara mereka bertahan adalah dengan menyerang.

Filosofi inilah yang diterapkan Blaugrana dalam final Liga Champions Minggu (29/5) dini hari. Bertandang ke Wembley yang seolah menjadi kandang Manchester United, mengingat Setan Merah berasal dari Inggris, Barcelona tidak menciutkan nyali sedikit pun. El Barca menurunkan tim terbaiknya minus Carles Puyol untuk menghadapi racikan maut Sir Alex Ferguson. Sementara itu, untuk meredam kualitas lini tengah Barcelona, Fergie sengaja menyimpan Luis Nani, gelandang lincah Portugal.

Menyerang adalah Pertahanan Terbaik

Pertandingan babak pertama berjalan dengan keadaan nyaris seimbang, meski Barcelona tampil lebih dominan dalam menguasai bola. Alhasil, pada menit 27, Pedro Rodriguez, striker yang dibenci oleh Madridista, sukses menembakkan bola ke tiang dekat; membawa Barcelona unggul 1-0.

Tertinggal, Manchester United lebih sering mencari bola. Memanfaatkan kesalahan kecil atas lemparan ke dalam Eric Abidal, Wayne Rooney bermain umpan one-two dengan Ryan Giggs, pemain yang tengah digosipkan berselingkuh dengan Imogen Thomas. Tendangan keras Rooney menghunjam ke sudut kiri atas gawang Victor Valdez menit 34. Meskipun dalam tayangan ulang Giggs terlihat “sedikit” off side, gol tersebut mengantar kedudukan imbang hingga turun minum.
Pada babak kedua, tak mau mengulang kesalahan kala membiarkan Manchester United menguasai bola, Barcelona semakin menggila. Mereka terus menggempur pertahanan Setan Merah yang digalang oleh Nemanja Vidic. Alhasil tendangan Lionel Messi dari luar kotak penalti pada menit 54 tepat mengarah ke tengah gawang dan gagal ditepis oleh Edwin Van der Sar. Messi demikian emosional dalam merayakan golnya karena inilah untuk pertama kalinya ia mencetak gol di tanah Inggris.

Keunggulan Barcelona semakin menjadi kala tendangan melengkung David Villa hasil umpan Sergio Busquets, sukses mengoyak gawang Van der Sar pada menit 69. Manchester United berusaha berbenah. Nani dimasukkan untuk mengganti Fabio da Silva dan Paul Scholes mengganti Michael Carrick. Namun, hasilnya sama saja.

Frustrasi pemain Manchester United dalam mencari bola, ditambah sedikit trik dari beberapa pemain Barcelona semakin membuat United tenggelam. Hingga peluit panjang ditiup, kedudukan tidak berubah. Barcelona menjadi juara Liga Champions untuk kedua kalinya dalam tiga tahun terakhir; kedua kalinya dalam dua kali menembus final. Gelar ini melengkapi status mereka sebagai Juara La Liga musim ini.

Permainan Fantastis Sepanjang Musim
Barcelona memang sangat layak meraih gelar juara. Jika dilihat dari penguasaan bola saja, Barcelona sempat mencatat penguasaan sebanyak 67%. Bahkan peluang mereka dengan Manchester United 17 berbanding 3. Mereka juga menjadi tim terproduktif di Liga Champions. Lionel Messi, si anak ajaib, juga menjadi pemain tersubur Liga Champions dengan 12 gol.

3 thoughts on “Final Liga Champions 2010/2011: Barcelona, Tim Terbaik Eropa”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda