Scroll to Top

5 Manfaat Kesehatan Rutin Berhubungan Intim

By Ilham Choirul / Published on Friday, 30 Aug 2013

pasangan

Berhubungan tidak hanya melulu membicarakan soal kesenangan batin semata. Lebih jauh dari itu, Anda dan pasangan bisa mendapatkan manfaat kesehatan yang cukup istimewa. Melakukan hubungan intim bersama pasangan satu sampai dua sesi per minggu memberikan efek positif bagi tubuh. Dikutip dari Times of India, berikut ini manfaat yang bisa didapatkan:

  1. Melawan penyakit di dalam tubuh. Pasangan yang melakukan hubungan intim mengalami peningkatan steroid alamai DHEA. Hormon yang juga menjadi “hormon antipenuaan” ini memberikan kebugaran tubuh lebih lama. Saat sesi bercinta dilakukan, DHEA akan disekresikan ke seluruh tubuh.  Dan sewaktu orgasme, aliran darah segera melonjak lima kali dari keadaan normal.
  2. Menghaluskan keriput kulit. Pada wanita, ketika melakukan hubungan intim akan mengeluarkan hormon estrogen. Hormon ini dapat bekerja mengencangkan kulit sehingga menghindarkan Anda dari keriput halus. Saat menopause kadar estrogen alami akan turun. Namun ketika wanita menopause melakukan sesi bercinta setiap minggunya, dapat meningkatkan hormon estrogen dua kali lipat dibanding yang tidak melakukannya. Demikian menurut sebuah studi di Amerika Serikat.
  3. Menyembuhkan sakit kepala. Sakit kepala bisa disembuhkan dengan bercinta. Penyebabnya yaitu kegiatan ini akan memberikan lonjakan pada hormon oksitosin dan endorfin. Kedua menimbulkan perasaan nyaman dan mengurangi rasa sakit yang dialami tubuh. Sebuah studi mengatakan, wanita yang melakukan hubungan intim teratur merasa sembuh dari keluhan sakit kepala dan arthritis.
  4. Memperkuat tulang. Kadar hormon testoron pada pria dan estrogen pada wanita yang sama-sama meningkat saat bercinta, memberikan perlindungan yang baik dalam mencegah osteoporosis.
  5. Mengurangi risiko inkontinensia. Berhubungan intim akan melatih otot dasar panggul wanita yang mengontrol orgasme dan pengaturan urin. Hal tersebut bisa mencegah inkontinensia. Biasanya inkontinensia terjadi pada saat wanita hamil dan menopause. Kala itu otot-otot panggul menjadi lemah secara signifikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda