Scroll to Top

Tips Memilih Deodoran yang Aman

By Ilham Choirul / Published on Saturday, 31 Aug 2013

parfum

Membeli minyak wangi atau deodoran jangan hanya tertarik karena aromanya saja. Anda mesti jeli memilih produk ini dengan melihat kandungan bahan yang ada di dalamnya. Tidak semua deodoran aman bagi kulit. Sebagian produk terkandung bahan kimia yang justru merugikan bagi kesehatan kulit Anda.

Ada beberapa jenis pewangi yang ada di pasaran. Deodoran biasanya mengandung larutan minyak wangi 6-15 persen dan campuran alkohol 80 persen. Sementara untuk produk parfum lainya memiliki bahan  minyak wangi 15-25 persen dalam larutan alkohol murni.

Senyawa aluminium – bahan aktif dalam antiperspirant – biasanya ditambahkan untuk memblokir kelenjar keringat, sehingga mencegah keringat dari mencapai permukaan kulit . Perkembangan bakteri penyebab bau badan bisa dihindari. Namun beberapa studi  mengatakan, senyawa aluminium dapat diserap oleh kulit dan bisa menyebabkan perubahan reseptor estrogen sel-sel payudara .

Dikutip dari Times of India, ada beberapa saran dalam memilih dan memakai deodoran yang aman:

  1. Kenali komposisi bahannya. Ada bahan tertentu yang cukup berbahaya jika ditambahkan pada deodoran. Bahan kimia ini bernama alumunium klorida. Zat tersebut bisa menyebabkan iritasi kulit yang memungkinkan timbulnya warna kulit kemerahan hingga sensasi terbakar akibat alergi parah.
  2. Hindari deodoran yang berbasis alkohol. Seringkali deodoran ditambahkan alkohol agar cepat kering dan menimbulkan rasa dingin pada kulit. Alkohol dipakai pula sebagai pelarut semua bahan yang ditambahkan pada deodoran. Masalahnya, sebagian orang yang bisa mengalami dermatitis atau alergi dan menyulut granuloma aksila. Saat diterapkan pada ketiak bisa jadi malah menyenankan sensitivitas pada bahan yang ada dalam deodoran. Jadi, baiknya pilih deodoran yang bebas alkohol.
  3. Perhatikan peruntukan penggunaan deodoran. Baca petunjuk pemakaian sebelum Anda memakainya. Bila hanya diperuntukkan untuk ketiak, maka jangan dipakai untuk seluruh tubuh. Bila deodoran memperbolehkan penyemprotan ke badan, Anda baru boleh menerapkannya. Aturan ini harus Anda patuhi agar tidak sampai terjadi reaksi alergi atau kulit sensitif pada bagian tubuh yang tidak seharusnya kena cairan deodoran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda