Scroll to Top

Iklan Hadiah Mainan Dalam Menu Fast Food Efektif Menjaring Konsumen Anak

By Ilham Choirul / Published on Saturday, 31 Aug 2013

mainan fast food

Strategi perusahaan fast food atau makanan cepat saji untuk menggaet anak-anak dengan memberikan hadiah pada setiap paket menu yang dipesan, sepertinya cukup efektif membuat mereka merengek pada orang tuanya. Studi yang dilakukan Geisel School of Medicine di Dartmouth melihat ada dualisme penggarapan iklan fast food yag ditujukan bagi anak-anak dan orang dewasa.

Dikutip Times of India, pangsa anak-anak sangat potensial ketika iklan menu fast food mereka disertai dengan penawaran adanya hadiah mainan. Anak-anak ternyata jauh lebih tertarik untuk mendapatkan hadiah mainan tersebut dibandingkan memakan menu makanan yang ditampilkan.

James Sargent dan timnya menganalisa realita ini dengan mengamati iklan-iklan makanan cepat saji yang muncul di stasiun teve khusus anak-anak seperti Nickelodeon, dan Cartoon Network yang khusus untuk orang dewasa. Peneliti menemukan, iklan yang ditujukan bagi anak-anak cenderung menekankan materi pada kemasan makanan dan suasana restoran. Sebaliknya, iklan makanan cepat saji untuk orang dewasa lebih banyak menampilkan gambar makanan yang dijual.

Begitu pula penggarapan script audio yang ditampilkan juga berbeda. Pada iklan anak-anak lebih difokuskan pada mainan gratis dan penggalan film dari karakter yang dijadikan hadiah. Sementara untuk orang dewasa, iklan menggambarkan rasa, harga, hingga ukuran porsi makanan.  Kurang lebih 70 persen iklan fast food untuk anak-anak melibatkan materi pemberian hadiah. Sebaliknya, hanya satu persen iklan bagi orang dewasa yang melibatkan pemberian hadiah.

Ada kekhawatiran dari peneliti melihat fenomena ini. Di satu sisi perusahaan cepat saji diuntungkan dari konsumen anak-anak. Namun anak-anak ini akhirnya dihadapkan pada efek samping makanan cepat saji. Berbagai studi menyebutkan tentang tidak sehatnya makanan seperti ini karena memicu obesitas, hipertensi, hingga kolesterol tinggi.

Studi ini dimuat dalam jurnal PLoS ONE.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda