Scroll to Top

Kilas Balik Musim 2009/2010: Chelsea, Klub Pertama di Premier League Yang Bisa Mencetak 103 Gol Semusim

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 24 Sep 2011

Apa yang dibutuhkan oleh Roman Abramovich? Gelar juara Premier League? Mungkin tidak. Ia lebih suka timnya menjuarai Liga Champions. Maka, ia pun mencari arsitek-arsitek handal yang sukses membuat tim mereka memenangi turnamen paling bergengsi untuk klub Eropa tersebut. Jose Mourinho didatangkan untuk alasan itu; mengingat Mou sukses membawa Porto menggondol juara Liga Champions pada musim 2003/2004 dengan status “bukan siapa-siapa” di Eropa.

Dibandingkan Mourinho, pencapaian Carlo Ancelotti sedikit lebih baik. Mantan pelatih AC Milan ini sukses membawa Rossoneri dua kali juara pada musim 2002/2003 mengalahkan Juventus dalam drama adu penalti (3-2) dan musim 2006/2007 setelah menaklukkan Liverpool 2-1. Dengan tim yang sama, Ancelotti hanya kalah beruntung dalam adu penalti oleh Liverpool pada musim 2004/2005.

Maka, sebagai pengganti Guus Hiddink, manajer sementara Chelsea, Abramovich menunjuk Don Carlo. Sayang, Abramovich tak lagi seroyal dahulu. Sepanjang musim panas, King Roman cuma membelikan empat pemain baru untuk Ancelotti —tiga di antaranya pemain muda: Ross Turnbull, Daniel Sturridge, dan Nemanja Matic—. Pembelian termahal adalah Yuri Zhirkov yang harganya 18 juta poundsterling dan lagi-lagi menjadi belanja salah Abramovich.

Dengan modal “pas-pasan”, Ancelotti mesti membawa pasukan Chelsea yang menua sehingga dijuluki The Pensioners. Start awal Don Carlo luar biasa. The Blues sukses memenangi turnamen pramusim, World Football Challenge dan Community Shield (menang adu penalti atas Manchester United).

Di liga, Ancelotti sempat memegang rekor menang 100% dalam enam pertandingan pertama sebelum terjungkal 3-1 di kandang Wigan Athletic (yang diwarnai kartu merah untuk Petr Cech). Hebatnya lagi, Chelsea selalu menang atas anggota The Big Four. Mereka menaklukkan Manchester United 1-0 dan 1-2 di laga away. Arsenal dipermalukan 0-3 d Emirates Stadium dan ditekuk 2-0 di Stamford Bridge. Terakhir, Liverpool dihajar dengan skor 2-0 dan 0-2.

Prestasi Chelsea tidak berhenti di situ. Mereka tercatat tiga kali mencetak 7 gol dalam sebuah pertandingan. Pertama, melumat Sunderland 7-2 di bulan Januari. Kedua, menghajar Aston Villa 7-1 di bulan Maret. Lalu, tim seperti Stoke City dihancurkan 7-0.

Kejar-kejaran poin terjadi bersama Manchester United. Namun, akhirnya Chelsea berhasil menjuarai Premier League dengan kemenangan 1 poin saja (Chelsea 86 dan United 85). The Blues menutup liga dengan penuh kemeriahan, meremukkan Wigan 8-0.

Chelsea pun tercatat sebagai klub pertama yang mampu mencetak lebih dari 100 gol sejak Premier League digulirkan pada tahun 1992. Dengan pemain-pemain tua, jelas hal ini luar biasa.

Chelsea menambah gelar setelah sukses di Piala FA. Mereka menekuk Portsmouth 1-0 melalui gol Didier Drogba dan menjadi klub ketujuh yang berhasil meraih gelar ganda (juara Liga dan Juara Piala FA).

Sayang, hasil apik di kompetisi domestik gagal dilanjutkan di Liga Champions. Chelsea sudah rontok di babak 16 besar karena dibekap Internazionale dua kali. Dalam laga awal, Inter menang 2-1. Lalu, ketika publik Stamford Bridge berharap kemenangan, Chelsea dipecundangi 0-1.

 

Fakta Chelsea 2009/2010

Premier League: Peringkat 1

Liga Champions: 16 Besar (kalah agregat dari Internazionale 1-3)

Piala Liga: Ronde Kelima (kalah dari Blackburn Rovers 3-3 [3-4 adu penalti])

Piala FA: Juara (menang atas Portsmouth 1-0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda