Scroll to Top

Akankan Penolakan Miss World 2013 Berakhir dengan Kekerasan?

By Ilham Choirul / Published on Sunday, 08 Sep 2013

miss world

Meski ditentang sana-sini, even Miss World 2013 tetap akan dilangsungkan. Rencananya opening show dilakukan malam ini dan puncak pemilihan “ratu sejagad” itu dilakukan pada 28 Sepetember 2013 di Nusa Dua. Pelaksanaan yang awalnya ditempatkan di Sentul (Jawa Barat) dan Bali, akhirnya hanya akan dipusatkan di Bali. Konon di Bali ini dianggap lebih “aman” lantaran lebih bebas dari protes yang mayoritas dilakukan oleh ormas Islam.

Ajang kontes ratu-ratuan ini bukan hanya di Indonesia saja yang mendapat pertentangan. Tercatat di Nigeria pernah terjadi kerusahan akibat penolakan keras masyarakat terhadap kegiatan yang dianggap mengeksploitasi wanita tersebut. Pada tahun 2002,  Nigeria rencananya menjadi tuan rumah pemilihan miss world. Sama seperti Indonesia yang negaranya mayoritas muslim, aksi penolakan terjadi.

Namun nahas. Panitia memutuskan tetap melangsungkan gelaran miss world dan terjadilah kerusuhan. Saat hari “H”, banyak pemrotes yang melakukan pembubaran secara fisik. Akibatnya ada sekitar 200 orang harus meregang nyawa. Pada akhirnya, Miss World 2002 dipindahkan pelaksanaannya ke London, Inggris.

Memang banyak alasan untuk menolak kontes ini. Dilihat dari sisi faktor penilaian – berupa beauty (kecantikan), brain (kecerdasan), hingga behaviour (perilaku) – hanya faktor kecantikan saja yang mendapat porsi lebih. Sesi memakai busana renang atau bikini menjadi salah satu sesi yang selama ini khas dari kontes miss world. Penilaian terhadap kecerdasan dan perilaku hanyalah pelengkap untuk menutupi pentas aurat wanita.

Alasan lain penolakan miss world terkait pengaruhnya terhadap sektor pariwisata. Terutama oleh pihak penyelenggara, ajang miss world diklaim memberikan pengaruh. Apalagi pemenang miss world dapat menjadi duta pariwisata bagi negeranya. Hanya saja pengaruh ini dianggap tidak signifikan. Begitu pula peran pemenang miss world selama ini dalam memberikan pengaruh pada dunia juga sebatas lip service. Pasalnya, menjadi miss world tidak lantas memiliki hak “kekuasaan” tertentu.

Tapi pastinya, aliran bisnis dalam ajang ini konon cukup menggiurkan. Pasalnya, penyelenggara akan kebanjiran uang dari jalan sponsor sampai penjualan hak siar. Dikutip dari situs Bisnis, kontes Miss World 2013 rencananya disiarkan langsung oleh  sekitar 160 negara. Laba besar mungkin didapatkan oleh MNC sebagai penyelenggara Miss World 2013.

Namun yang perlu dipikirkan, kira-kira akankah gelaran Miss World 2013 nantinya memiliki cost yang jauh lebih besar dari sekadar mencari untung? Pasalnya, penolakan berlangsung sampai sekarang. Selain dari oramas Islam, penentangan datang pula dari Komisi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Dikutip Detik, KPAI menilai Miss World 2013 menyelisihi budaya bangsa dan mengandalkan penilaian pada fisik dan mengeksploitasinya.

“Salah satu hak anak adalah memperoleh jaminan untuk menikmati budayanya sendiri. Sementara Miss World, yang merupakan kontes kecantikan yang berbasis fisik dan cenderung eksploitatif terhadap harkat kemanusiaan,” kata Asrorun Niam, Wakil Ketua KPAI.

Khawatirnya bila penolakan ini semakin kuat dan masyarakat yang menggugat semakin besar, bukan tidak mungkin dapat terjadi risiko adu fisik seperti di Nigeria. Jangan sampai even yang “tidak terlalu penting” itu hanya akan membuat nama Indonesia makin tercoreng di mata internasional.

Menyalahkan pihak pendemo pun juga bukan solusi. Pasalnya, even ini “dipaksa” untuk diterimakan pada budaya masyarakat Indonesia yang jauh lebih sopan memperlakukan wanita. Otomatis masyarakat yang masih memegang adat ketimuran dan mayoritas muslim akan menolak. Kalau memang negara ini demokratis, sikap penolakan dari masyarakat juga harus didengarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda