Scroll to Top

Kilas Balik Liga Inggris 2003/2004: Arsenal, Juara Tak Terkalahkan

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 24 Sep 2011

Biasanya, label juara tak terkalahkan berlaku bagi tim yang memenangi kompetisi dengan dua atau tiga kekalahan saja. Artinya, jumlah kalah yang relatif sangat sedikit bisa diasumsikan sebagai “tak terkalahkan”. Namun, hal ini tak berlaku untuk Arsenal pada musim 2002/2003. Saat itu, dalam 38 pertandingan, mereka benar-benar tak terkalahkan. Thierry Henry dan kawan-kawan mencatat 26 kali kemenangan dan 12 hasil seri. Total, 90 poin mereka dapatkan.

Dilihat dari segi formula tim, memang Arsenal tahun tersebut memiliki para pemain matang. Di depan gawang, ada kiper sekaliber Jens Lehmann. Kuartet bek yang melindungi Lehmann pun pasti membuat striker lawan menciut nyalinya. Ada Lauren, Kolo Toure, dan duo Inggris: Sol Campbell yang pernah dijuluki Yudas-nya Tottenham Hotspur plus Ashley Cole yang meski masih muda, sudah tak tergantikan di Inggris dan Arsenal.

Di lini tengah, ada empat gelandang internasional dan tambahan Dennis Bergkamp yang ditarik sebagai second striker di belakang Thierry Henry. Pattrik Vieira sang kapten, Gilberto Silva, plus Robert Pires di kiri dan Frederick Ljungberg dengan sayatan tajam di area masing-masing.

Satu penyerang di depan, Thierry Henry sukses mengoleksi 30 gol dalam 37 pertandingan.

Sebagai juara liga, Arsenal sangat konsisten. Cuma tujuh pekan mereka tak berada di puncak klasemen (posisi 4 pada pekan pertama dan posisi dua di pekan 11, 14, 15, 18, 19, dan 20). 31 pekan lain dilalui sebagai nomor satu di Premier League. Termasuk, 9 kemenangan liga secara beruntun pada pekan 21 hingga pekan 29.

Arsenal memang “cuma” terbiasa menang dengan margin tipis, entah dengan jarak satu gol atau dua gol. Namun, bukan berarti mereka hanya beruntung. The Gunners pernah menghancurkan Middlesbrouh 0-4 di Riverside dan Leeds United 5-0 di Highbury.

Dalam pertandingan terakhir, Arsenal menghadapi Leicester City. Tuan rumah sempat tertinggal dahulu pada menit 26 lewat aksi Paul Dickov. Harapan agar Arsenal menyapu bersih laga tanpa kekalahan sempat hampir menguap. Namun, sepakan penalti Thierry Henry pada menit 47 dan gol Pattrik Vieira membalikkan keadaan. Berpestalah Highbury. Bahkan, rekor 38 kali tak kalah ini berlanjut hingga musim berikutnya. Cuma partai kontroversial melawan Manchester United (Arsenal kalah 2-0 di Old Trafford) yang mematahkan rekor The Gunners dan terhenti pada angka 49 pertandingan tanpa kalah.

Jika dilihat dari segi umur, pasukan Arsene Wenger musim 2003/2004 memang bukan anak-anak bau kencur seperti sekarang. Starting XI mereka rata-rata berusia 28 tahun. Bahkan, ada Jens Lehmann yang berusia 34 tahun dan Dennis Bergkamp yang 35 tahun. Meskipun bukan jaminan, faktanya memang bermain bersama pemain-pemain senior kaya pengalaman, mampu mengatrol Ashley Cole yang saat itu masih 23 tahun dan Jose Antonio Reyes yang 20 tahun. Bandingkan dengan keadaan Arsenal sekarang yang pada awal musim sampai-sampai memakai pemain tim Reserves dan akademi seperti Colequin, Henry Lansbury, dan Ignasi Miquel.

 

Fakta Arsenal 2003/2004

Premier League: Peringkat 1

Liga Champions: Perempat final (kalah agregat dari Chelsea 2-3)

Piala Carling: Semifinal (kalah agregat dari Middlesbrough 2-3)

Piala FA: Semi final (kalah 0-1 dari Manchester United)

Charity Shield: Runner-up (kalah dari Manchester United 1-1 [3-4 adu penalti])

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda